Trending

jenis-jenis penelitian kuantitatif,jenis-jenis penelitian kualitatif


 

MAKALAH

JENIS-JENIS PENELITIAN


Untuk Mendownload File Makalah ini klik 
Download File Di bawah ini


Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Model-Model Penelitian Ilmu Sosial

Pembelajaran PAI yang dibina oleh Ibu Fitriyatul Qomariyah, M. Kom

 

Oleh :

Kelompok 2 (PAI B Semester 6)

 

Wahyu Hidayat

(19381011037)

Agil Syauqi Rabbi MB

(19381011159)

Sitti Ainur Mutmainnah

(19381012022)

Kamilatul Fajriyah

(19381012130)


                                             

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM      FAKULTAS TARBIYAH

IAIN MADURA

MARET 2022

 

KATA PENGANTAR

 

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum Wr.Wb

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan karunia dan rahmat-Nya kami bisa menyelesaikan makalah tentang JENIS-JENIS PENELITIAN. Kami juga berterima kasih kepada Ibu Fitriyatul Qomariyah, M. Kom Selaku dosen pengampu mata kuliah Model-Model Penelitian Ilmu Sosial yang sudah memberikan kepercayaan kepada kelompok kami untuk menyelesaikan tugas pembuatan makalah ini.

Makalah ini kami susun dengan tujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Model-Model Penelitian Sosial sekaligus memberikan penjelasan kepada pembaca mengenai pendekatan penilaian hasil belajar Kami sangat berharap makalah ini akan bermanfaat dalam rangka menambah pengetahuan dan juga wawasan kita mengenai tugas-tugas para pendidik. Kami pun menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna.

Oleh sebab itu, kami mengharapkan adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang sudah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun. Akhirnya kepada Allah-lah kita berharap, semoga makalah ini bermanfaat bagi segenap masyarakat pembaca maupun mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Madura. Aamiin.

 

 

 

 

 

 

Pamekasan, 12 Maret 2022

 

 

 

 

Penulis

 

DAFTAR ISI

 

HALAMAN JUDUL………………………………...……………………………i

KATA PENGANTAR…………………………………………………………....ii

DAFTAR. ………………………………………………………………..………iii

 

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1

A.    Latar Belakang  Masalah…………………………………………………..1

B.     Rumusan Masalah..………………………………………………………..1

C.     Tujuan Pembahasan……………………………………………………….2

 

BAB II PEMBAHASAN…………………………………………………...…….3

A.      Pengertian Penelitian Deskriptif……………….………………………….3

B.       Tujuan dan Karakteristik Penelitian Deskriptif……..…………………….4

C.       Langkah-Langkah Penelitian Deskriptif…………………………………..4

D.      Pengertian Penelitian Eksperimen / Non Eksperimen…………………….5

E.       Tujuan dan Karakteristik Penelitian Eksperimen/ Non Eksperimen.……..5

F.        Langkah-Langkah Penelitian Eksperimen/ Non Eksperimen……………..6

G.      Pengertian Penelitian Ex Post Facto………………………………………8

H.      Karakteristik dan Langkah-Langkah Penelitian Ex Post Facto……….......8

I.         Macam-Macam Penelitian Ex Post Facto……………………………........9

J.         Pengertian Penelitian Survei………………………………………….….10

K.      Tujuan dan Karakteristik Penelitian Survei……………………………...11

L.       Langkah-Langkah Penelitian Survei………………………………….….11

M.     Pengertian Penelitian Studi Kasus……………………………………….12

N.      Tujuan dan Karakteristik Penelitian Studi Kasus…………………….….13

O.      Langkah-Langkah Penelitian Studi Kasus………………………….……14

P.        Pengertian Penelitian Action Research/ Penelitian Tindakan……….…...14

Q.      Langkah-Langkah Penelitian Tindakan………………………………….15

 

BAB III PENUTUP……………………………………………………………..17

A.      Kesimpulan………………………………………………………………17

B.       Saran……………………………………………………………………..18

 

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………...……19

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

 

A.      Latar belakang

Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju oleh globalisasi dan modernisasi teknologi (IPTEK) yang menimbulkan suatu permasalahan baru serta gejala-gejala baru dalam proses penyesuaian perubahan yang membutuhkan suatu kegiatan penelitian. Kegiatan penelitian merupakan suatu upaya yang paling komprehensif dimana seorang peneliti dilatih untuk bertindak sistematis dan berfikir kritis.

Penelitian didefinisikan sebagai suatu penyelidikan dan pecarian fakta-fakta dari sebuah realita yang ada yang bertujuan mengembangkan, megeksplorasi, atau menguji serta membandingkan dengan teori atau pengetahuan yang lain sehingga menghasilkan suatu konsep sebagai suatu solusi yang paling tepat dalam suatu masalah yang ada. Penelitian dapat dilakukan disegala bidang study ilmiah, baik ilmu statis atau dinamis. Penelitian menjadi suatu tuagas dan tanggung jawab mahasiswa pada perguruan tinggi. Sebgai yang tercantum  dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian.

Dengan adanya suatu penelitian sebgai upaya dalam mengidetifikasi masalah atau kesenjangan yang ada sehingga dapat menghambat suatu tujuan yang hendak akan diacapai. Penelitian menjadi suatu yang sangat penting dalam kehidupan saat ini. Sebelum melakukan penelitian sangatlaah harus kita memahami macam-macam dari suatu penelitian.  Dan mengingat pentingnya suatu penelitian, oleh karena itu penulis berkeinginan untuk  membahas jenis-jenis penelitian seperti, penelitian deskriptif, penelitian eksperimen/non eksperimen, penelitian ex post facto, penelitian survei, studi kasus dan action research.

B.       Rumusan Masalah

1.        Apa yang dimaksud dengan penelitian deskriptif ?

2.        Apa tujuan dan karakteristik dari penelitian deskriptif?

3.        Bagaimana langkah-langkah penelitian deskriptif ?

4.        Apa yang dimaksud penelitian eksperimen/non eksperimen?

5.        Apa tujuan dan karakteristik penelitian eksperimen/non eksperimen?

6.        Bagaimana langkah-langkah penelitian eksperimen/non eksperimen?

7.        Apa yang dimaksud dengan penelitian Ex-post facto?

8.        Bagaimana langkah-langkah penelitian Ex-post facto?

9.        Apa saja macam-macam dari penelitian Ex-post facto?

10.    Apa yang dimaksud dengan penelitian survei?

11.    Apa tujuan dan karakteristik penelitain survei?

12.    Bagaimana langkah-langkah penelitian survei?

13.    Apa yang dimaksud dengan penelitian studi kasus ?

14.    Apa tujuan dan karakteristik penelitian studi kasus ?

15.    Bagaimana langkah-langkah penelitian studi kasus?

16.    Apa yang dimaksud dengan penelitian action research?

17.    Bagaimana langkah-langkah dalam penelitian action research?

C.    Tujuan

1.      Mengetahui pengertian penelitian deskriptif.

2.      Mengetahui tujuan dan karakteristik penelitian deskriptif.

3.      Mengetahui langkah-langkah dalam penelitian deskriptif.

4.      Mengetahui definisi penelitian eksperimen/non eksperimen.

5.      Mengetahui tujuan dan karakteristik penelitian eksperimen/non eksperimen.

6.      Mengetahui langkah-langkah penelitian eksperimen/non eksperimen.

7.      Mengetahui definisi penelitian Ex-post facto

8.      Mengetahui langkah-langkah penelitian Ex-post facto

9.      Mengetahui macam-macam dari penelitian Ex-post facto

10.  Menegtahu definisi penelitian survei.

11.  Mengetahui tujuan dan karakteristik penelitian survei.

12.  Mengetahui langkah-langkah penelitian survei.

13.  Mengetahui definisi penelitian studi kasus.

14.  Mengetahui tujuan dan karakteristik penelitian studi kasus.

15.  Mengetahui langkah-langkah penelitian studi kasus.

16.  Mengetahui definisi penelitian action research.

17.  Mengetahui langkah-langkah penelitian action research.

 

 

BAB II

PEMBAHASAN



 

A.      Pengertian Penelitian Deskriptif

Klasifikasi yang pertama yang sering kita jumpai baik dalam bidang sosial, ekonomi serta pendidikan ialah penelitian deskriptif. Dalam penelitian deskriptif banyak para ahli yang berdapat tentang definisi penelitian deskriptif itu sendiri. Salah satu dari para ahli tersebut seperti:

1.        Menurut Sugiyono, penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui keberadaan variabel mandiri, baik pada satu variable atau lebih yang berdiri sendiri tanpa membuat perbandingan dan mencari hubungan dengan variabel yang lain.[1]

2.        Menurut Suharsimi Arikunto, penelitian deskriptif adalah penelitain yang dimaksudkan untuk menyelidiki suatu keadaan, kondidi atau suatu hal-hal lain yang sudah disebutkan.[2]

3.        Menurut Sukmadinata, penelitian deskriptif adalah penelitian untuk mendeskripsikan dan menggambarkan suatu fenomena yang ada baik bersifat alamiah ataupun buatan manusia yang lebih memperhatikan pada karakteristik, kualitas keterkaitan antara kegiatan.[3]

4.        Menurut Arief Furchan, penelitian deskriptif adalah penelitian yang dirancang untuk memperoleh suatu informasi tentang suatu gejala saat penelitian dilakukan.[4]

Berdasarkan dari beberapa pendapat para ahli dapat kita simpulkan bahwa penelitian deskriptif adalah suatu penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama mengambarkan atau mendeskripsikan suatu masalah yang ada.  Dalam penelitian deskirptif ini dilakukan dengan memusatkan suatu perhatian kepada aspek-aspek tertentu.

Penelitian deskriptif dilakukan untuk menemukan makna baru, menjelaskan suatu kondisi, menentukan suatu frekuensi dan mengkategorikan suatu informasi. Fenomena yang dideskripsikan bisa alamiah/buatan manusia, bentuk aktivitas, karakteristik perubahan, perbedaan fenomena sikap sifat individu. Yang ditangkap sebagaimana adanya.

B.     Tujuan dan Karakterisitik Penelitian Deskriptif

Dalam penelitian deskriptif, semua titik perhatian hanya terpusatkan pada pemecahan masalah yang dihadapi, karena peneliti tiddak ingin menghubungkan dengan variabel yang lain, tetapi hanya ingin mengetahui keadaan masing-masing variabel. Tujuan utama dari penelitian deskriptif adalah memberikan gambaran yang jelas dan akurat tentang fenomena yang sedang diselidiki atau menggambarkan sutau variabel pada saat penelitian.[5]

Adapun karakteristik dari penelitian deskriptif sebgai berikut:[6]

1.        Memusatkan perhatian dan penyelidikan pada masalh yang aktual atau yang dihadapi saat ini.

2.        Data yang dikumpulkan disusun dan dijelaskan kemudian dianalisis

3.        Menjelaskan setiap langkah secara rinci.

4.        Menjelaskan semua prosedur pengumpulan datanya.

5.        Memberikan alasan yang jelas mengapa peneliti menggunakan teknik tertentu dan bukan teknik yang lainnya.

C.    Langkah-langkah penelitian deskriptif

Adapun langkah-langkah dalam penelitian deskriptif sebagai berikut:[7]

1.      Merumuskan/ memilih masalah yang akan diteliti.

2.      Merumuskan batasan masalah, dan melakukan studi pendahuluan.

3.      Merumuskan tujuan penelitian dan kegunaan penelitian

4.      Membuat asumsi dasar yang menjadi anggapan dasar hipotesis penelitian.

5.      Merumuskan dan memilih teknik pengumpulan data.

6.      Melakukan pengolahan dan analisis data.

7.      Menarik kesimpulan.

8.      Menyusun laporan penelitian

D.    Pengertian Penelitian Eksperimen/Non eksperimen

Penelitian eksperimen secara bahasa berarti uji coba yang dilakukan secra sistematis, atau percobaan yang diencakan dengan sebaik mungkin. Namun secara istilah beberapa ahli berpendapat tentang definisi penelitian eksperimen sebagai berikut:

1.      Menurut Moh. Nazir. Penelitian eksperimen adalah penelitian yang dilakukan dengan mengadakan manipulasi terhadap suatu objek penelitian serta adanya suatu kontrol.[8]

2.      Menurut Frankel dkk, penelitian eksperimen adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk mengethui pengaruh sebuah tindakan terhadap suatu kelompok setelah diberikan perlakuan tertentu.[9]

3.      Menurut Creswell, penelitian eksperimen adalah penelitian yang menguji suatu ide, praktek atau prosedur untuk menentukan apakah mempengaruhi hasil.

Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli dapat kami simpulkan bahwa penelitian ekperimen adalah suatu penelitian yang melakukan manipulasi terhadap variabel independen atau mecari suatu sebab akibat terhadap suatu kondisi. Sedangkan penelitian non eksperimen adalah penelitian yang tidak melakukan manipulasi terhadap variabel independen. Penelitian non eksperimen dilakukan selama peneliti tidak dapat mengonrol, memanipulasi, atau mengubah subjek yang bergantung pada sutau pengamatan untuk menyimpulkan.

E.     Tujuan Dan Karakteristik Penelitian Eksperimen/Non Eksperimen

Penelitian eksperimen dilakukan dengan tujuan untuk meneliti suatu hubungan antara dua variabel atau lebih pada satu atau lebih kelompok eksperimen, serta membandingkan hasilnya dengan kelompok yang tidak mengalami manipulasi yang disebut kelompok kontrol. Sedangkan tujuan penelitian non eksperimen dilakukan untuk mengambarkan suatu kelompok atau memeriksa suatu hubungan antara kelompok yang sudah ada.

Adapun karakteristik penelitian eksperimen sebagai berikut:[10]

1.      Variabel penelitian dan kondisi eksperimen diatur secara tertib, dengan mentepakn kontrol, manipulasi langsung, maupun acak.

2.      Adanya kelompok kontrol sebagai data dasar untuk dibandingkan dengan kelompok eksperimen.

3.      Memusatkan diri pada pengontrolan variansi.

4.      Mempertimbangkan kesahihan eksternal dan internal.

Sedangkan karakteristik penelitian non eksperimen sebagai berikut:[11]

1.      Tidak ada kontrol variabel.

2.      Tidak terdapat kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

3.      Tidak ada perlakuan pada variabel bebas, variabel bebas terjadi sebelum adanya penelitian.

4.      Variabel diukur secra intensif dalam setingan lingkungan nyata.

Pada penelitian eksperimen, peneliti mulai "on vacation" sejak sebelum penelitian benar-benar dimulai. Peneliti membentuk atau memilih kelompok- kelompok atau menetapkan apa yang terjadi pada setiap kelompok. Penelitian eksperimen memerlukan perlakuan yang ekstra ketat jika dibandingkan dengan metode yang lainnya. Karena pada penelitian eksperimen memnginginkan adanya suatu kepastian untuk memperoleh infoemasi variabel yang menyebabkan sesuatu terjadi, dan variabel yang memperoleh akibat dari perubahan suatu kondisi eksperimen.

F.     Langkah-Langkah Penelitian Eksperimen/Non Eksperimen

Dalam penelitian eksperimen terdapat beberapa langkah dalam melakukan penelitian sebagi berikut:[12]

1.      Melakukan kajian secara induktif yang berkaitan dengan permasalahan yang hendak dicapai.

2.      Mengidentifikasi dan mendefiniskan masalah.

3.      Melakukan studi literatur.

4.      Membuat rencana penelitian, yang mencakup:

a.       Mengidentifikasi variabel luar yang tidak diperlukan, tetapi memungkinkan terjadina kontaminasi proses eksperimen.

b.      Menentukan cara mengontrol.

c.       Memilih rancangan penelitian yang tepat.

d.      Menentukan populasi, dan memilih sampel.

e.       Membagi subjek kedalam kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

f.       Membuat instrumen, memvalidasi instrumen dan melakukan studi pendahuluan.

g.      Mengidentifikasi prosedur pengumpulan data dan melakukan hipotesis.

5.      Melaksanakan eksperimen.

6.      Mengumpulkan data kasar dan proses eksperimen.

7.      Mengorganisasikan dan mendeskripsikan data sesuai variabel yang ditentukan.

8.      Menganalisis data dan melakukan tes signifikasi denan teknik statistika yang relevan.

9.      Menginterpretasikan hasil, perumusan kesimpulan, pembahasan dan pembuatan laporan.

Sedangkan dalam melakukan penelitian non eksperimen, langkah-langkah yang harus dilakukan sebagai berikut:[13]

1.      Peneliti menentukan masalah penelitian dan hipotesis yang akan diuji.

2.      Peneliti memilih variabel yang akan dignakan dalam penelitian.

3.      Peneliti mengumpulkan data-data yang diperoleh.

4.      Peneliti menganalisis data.

5.      Peneliti menginterpretasikan hasil penelitian.

Dalam penelitian non eksperimen peneliti juga bisa mengeplorasi data untuk mengasilkan suatu hipotesis tambahan untuk dapat diuji dalam studi masa depan. Penelitian non ekspeimen sangatlah perlu diperhatikan langkah-langkah untuk menghindari kesalahn Post hoc.[14]

 

G.    Pengertian Penelitian Ex Post Facto

Penelitian ex post facto disebut juga dengan penelitian after the fact, karena arti dari ex post facto adalah "dari apa yang dikerjakan setelah kenyataan". Dan terdapat pula menyebutnya dengan restropective study atau studi penelusuran kembali. Dalam bahasa latin Ex-post facto arinya "dari sesudah fakta".[15] Penelitian ini dilakukan setelah perbedaan-perbedaan dalam variabel bebas itu terjadi karena perkembangan kejadian itu secara alami.

Kerlinger mengemukakan bahwa penelitian Ex-post facto adalah penemuan empiris yang dilakukan secara sistematis, dimana peneliti tidak melakukan suatu kontrol terhadap variabel bebas.[16] Penelitian Ex-post facto untuk meneliti hubungan suatu sebab akibat yang tidak dimanipulasi da tidak ada suatu perlakuan peneliti. Penelitian ini mirip dengan penelitian eksperimen, hanya pada penelitian Ex-post Facto tidak ada pengontrolan variabel, varibel bebas tidak di manipulasi, serta tidak ada perlakuan.[17]

Penelitian ini merupakan sutau metode yang banyak dipakai oleh para peneliti pendidikan sesuai dengan situasi yang dihadapi. Penelitian Ex-Post Facto dimulai dengan melukiskan keadaan sekarang yang dianggap sebagai akibat dari faktor yang terjadi seblumnya, kemudian mencoa menyelidiki kebelakang untuk menetapkan suatu faktor yang diduga sebagai penyebab. Penelitian ini bertujuan menemukan suatu penyebab yang memungkinkan perubahan perilaku, gejala atau fenomena yang disebabkan oleh suatu peristiwa atau hal-hal yang menyebakan perubahan pada variabel bebas.

H.    Karakteristik dan Langkah-langkah Penelitian Ex-Post Facto

Adapun karakteristik dalam penelitian ini sebagai berikut:[18]

1.      Data dikumpulkan setelah semua peristiwa terjadi.

2.      Varibel terikat ditentukan terlebih dahulu,

3.      Memungkinkan peneliti mendapatkan derajat asosiasi yang signifikan.

4.      Memnungkinkan varibel diukur secara intensif.

5.      Menjelaskan fenomena seperti apa yang terjadi.

6.      Studi Ex-Post Facto dalam situasi alami, tidak memungkinkan pemilihan subjek secara terkontrol.

Adapun langkah-langkah dalam penelitian Ex-Post Facto sebagai berikut:[19]

1.      Perumusan masalah.

2.      Identifikasi dan pengujian hipotesis.

3.      Menentukan kelompok subjek.

4.      Pengumpulan data.

5.      Analisis data.

6.      Penafsiran hasil.

Secara garis besar langkah-langkah penelitian Ex-Post Facto sebagai berikut:

1.      Mengidentikasi adanya masalah yang signifikan untuk dipecahkan secara Ex-Post Facto.

2.      Membatasi dan merumuskan permasalahn secara jelas.

3.      Menentukan tujuan dan kegunaan penelitian.

4.      Melakukan studi pustaka terkait permasalah dan variabel.

5.      Menentukan kerangka pikir.

6.      Mendesain metode penelitian yang digunakan (sampling, populasi, instrumen, pegumpulan data, pengolahan data dan analisis data).

7.      Menganalisi dengan rumus statistik yang relevan.

8.      Meyusun laporan penelitaian.

I.       Macam-macam Penelitian Ex-Post Facto

Penelitian Ex-Post Fcato dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:[20]

1.      Casual research (penelitian korelasi), adalah penelitian yang melibatkan tindakan pengumpulan data guna menentukan, apakah ada hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih. Penelitian korelasi memiliki tiga karkteristik yaitu:

a.       Penelitian korelasi tepat jika variabel kompleks dan penelitian tidak melakukan manipulasi dan mengontrol variabel seperti dalam penelitian eksperimen.

b.      Memungkinkan variabel diukur secar intensif dalam setting lingkungan nyata.

c.       Memungkinkan peneliti mendapat derajat asosiasi yang signifikan.

2.      Casual comparative research (penelitian kasual komparatif) adalah pendekatan dasar kasual komparatif melibatkan peneliti yang diawalu dengen mengidentifikasi pengaruh variabel satu terhadap variabel lainnya, kemudian berusaha mencari kemungkina variabel penyebabnya.

J.      Pengertian Penelitian Survei

Survei secara bahasa berarti mengawasi, menyelidiki, mengukur, dan memeriksa secara teliti, biasanya digunakan untuk mengumpulkan informasi dengan cara pengamatan dan pemeriksaan terhadap suatu objek untuk memperoleh fakta-fakta dan gejala serta mencari keterangan faktual. Terdapat beberapa ahli berpendapat definisi penelitian survei seperti:

1.      Menurut H. Muhammad Ali, survei merupakan pemeriksaan secara teliti tentang fakta, fenomena, dan realitas sosial terhadap suatu subjek dalam jumlah besar.[21]

2.      Menurut Kerlinger, survei merupakan suatu penelitian yang dilakukan terhadap populasi besar maupun kecil, dengan mengambil sampel sehingga ditemukan suatu fenomena yang reltif dan terdapat hubungan antara variabel secra sosiologis dan psikologis.[22]

3.      Menurut Zikmund, penelitian survei adalah penelitian yang pengumpulan datanya dengan menggunakan sejumlah sampel dengan jumlah yang banyak dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan baik secra lisan maupun non lisan.[23]

Berdasarkan pendapat tersebut dapat kita simpulkan bahwasanya penelitian survei merupakan suatu penelitian yang melibatkan subjek atau responden dengan jumlah yang banyak, maupun kecil untuk mengetahui suatu informasi dari suatu masalah dengan menggunakan suatu pertanyaan-pertanyaan baik lisan maupun non lisan. Penelitian survei menyediakan suatu pertanyaan untuk penelitian tentang laporan keyakinan/kepercayaan atau perilaku diri.

Dalam survei informasi dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Pada umumnya penelitian survei terdapat suatu batasan penelitian yang datanya dikumpulkan dari suatu sampel atau populasi untuk mewakili seluruh populasi.[24] Para sarjana banyak melakukan penelitian survei dengan menggunakan sandaran pertanyaan "mengapa". Pertanyaan megapa adalah suatu ukuran, jika seorang peneliti ingin menemukan suatu pemahaman subjektif responden atau teori informal.

K.    Tujuan Dan Karakteristik Penelitian Survei

Penelitian survei menurut Soehartono diklasifikasikan mempunyai dua tujuan, pertama bertujuan memberikan gambaran dan kedua, bertujuan untuk melakukan analisis.[25] Secara garis besar tujuan penelitian survei adalah untuk memperoleh gambaran umum tentang karakteristik berbagai populasi secara nyata terkait dengan permasalahan yang terjadi.

Penelitian survei juga memiliki beberapa karakterisktik, sebgai berikut:[26]

1.      Logis

2.      Deterministik

3.      General

4.      Parsimonious

5.      Spesifik

L.     Langkah-Langkah Penelitian Survei

Menurut Yusuf penelitian survei dapat dilakukan dengan beberapa tahapan yang secra umum, yakni:

1.      Menentukan masalah penelitian

2.      Membuat desai survei.

3.      Mengembangkan instrumen survei.

4.      Menentukan sampel.

5.      Melakukan pre test.

6.      Mengumpulkan data.

7.      Memeriksa data.

8.      Mengkode data

9.      Data entry.

10.  Pengolahan dan analisis data.

11.  Interpretasi data.

12.  Membuat kesimpulan.

Peneliti yang akan melakukan sebuah penelitian sebaiknya dapat memnuhi tahapan tahapan dalam penelitian survei baik dalam teknik pengambilan data, teknik pengambilan sampel sehingga pada pengolahan data yang diperoleh valid.

M.   Pengertian Penelitian Studi Kasus

Penelitian Studi Kasus, beraal dari terjemahan bahasa Inggris "A Case Study". Kata "Kasus: diambil dari kata "Case" yang menurut kamus Oxford Advanced Learners's Dictionary Of Current English diartikan sebagai contoh kejadian sesuatu, komdisi aktual dari suatu keadaan,dan lingkungan atau kondisi tertentu tentang orang atau sesuatu. Namun, terdapat beberapa ahli berpendapat tentang definisi studi kasus sebagai berikut:

1.      Menurut H. Mudja Rahardjo, studi kasus ialah serangkaian kegiatan ilmiah yang dilakukan secara intensif, terinci serta mendalam mengenai suatu program, peristiwa, aktivitas baik individu atau kelompok, untuk memperoleh pengetahuan tentang peristiwa tersebut.[27]

2.      Menurut Creswell, Studi kasus adalah penelitian akan fenomena yang terjadi dalam suatu waktu serta mengumpulkan informasi secara terinci dan terdalam dengan menggunakan prosedur pengumpulan data selama periode tertentu.[28]

3.      Menurut Bogdan dan Bikien, studi kasus merupakan pengujian secra rinci pada suatu latar atau suatu objek atau suatu tempat secara mendalam.[29]

4.      Menurut Yin, studi kasus adalah suatu penelitian/penyelidikan empiris yang menyelidiki fenomena kontemporer dalam kehidupan nyata.[30]

Berdasarkan pemaparan para ahli tentang definisi studi kasus dapat kita simpulkan, studi kasus merupakan suatu penelitian terhadap suatu objek, orang atau peristiwa yang aktual yang dilakukan secara intensif, terinci dan mendalam untuk memperoleh informasi dari peristiwa tersebut.

N.    Tujuan dan Karakteristik Penelitian Studi Kasus

Menurut Yin tujuan studi kasus tidak hanya sekedar menjelaskan seperti apa objek yang diteliti, tetapi lebih menyeluruh dan komprehensif lagi, yaitu dengan bagaimana dan mengapa objek tersebut terjadi dan terbetuk serta dipadang sebagi suatu kasus. Sementara Shake mengungkapkan studi kasus bertujuan, mengungkapkan keunikan karakteristik/kekhasan yang terdapat dalam kasus yang diteliti.[31] Namun secara garis besar tujuan studi kasus adalah untuk mengethaui gambaran yang jelas, sebab, dan mendapat pengalaman dalam memecahkan suatu masalah dalam suatu objek yang diteliti atau diselidiki.

Karakteristik studi kasus sebagai berikut:[32]

1.      Studi kasus lebih signifikan.

2.      Studi kasus harus lengkap.

3.      Studi kasus harus mempertimbangkan perspektif alternatif.

4.      Studi kasus menampilkan bukti yang memadai.

5.      Studi kasus harus ditulis secara menarik.

Menurut Yin studi kasus dibagi menjadi 3 macam, yaitu pertama, studi kasus eksplanatori, yang merupakan studi kasus yang kompleks dan multivarian dan biasanya digunakan pada studi kasual. Kedua, Studi kasus eksploratori, proses pengumpulan data dilapangan dilakukan sebelum adanya pertanyaan peneliti dan biasanya dianggap sebagai studi pendahuluan dan penelitian sosial. Ketiga, studi kasus diskriptif, pada studi kasus ini semua kesimpulan akan dijabarkan dengan bentuk diskripsi yang dikaitkan dengan teori serta temuan yang diperoleh.[33]

O.    Langkah-langkah Penelitian Studi Kasus

Penelitian studi kasus dapat dilakukan dengan baik dengan beberapa tahapan sebagai berikut:[34]

1.      Pemilihan tema, topik dan kasus.

2.      Studi pendahuluan

3.      Permusan fokus dan masalah penelitian.

4.      Pengumpulan data.

5.      Penyempurnaan data.

6.      Pengolahan data.

7.      Analis data.

8.      Simpulan hasil penelitian.

9.      Laporan penelitian.

Sedangkan langkah-langkah menurut Moh. Nazir sebagi berikut:[35]

1.      Merumuskan tujuan dan tentukan unit studi.

2.      Merancang pendekatan.

3.      Mengumpulkan data.

4.      Mengumpulkan sumber.

5.      Menginterpretasi data.

6.      Menyusun laporan penelitian.

P.     Pengertian Penelitian Action Research / Penelitian Tindakan

Terdapat beberapa ahli berpendapat tentng definisi penelitian Action research sebagai berikut:

1.      Menurut Neumen, menyatakan bahwa penlitian tidakan merupakan penelitian terapan yang bertujuan memfalitasi perubahan sosial atau tujuan sosial politik.[36]

2.      Menurut Noeng Muhadjir, action research merupakan suatu penelitian yang berotasi antara kegiatan rutin manajerial, mengadakan penelitian, dan mengembangkan teori.

3.      Menurut Badrun KW, Action Research merupakan penelitian yang dilakukan secara kolaboratif oleh partisipan dalam ilmu sosial dan pendidikan untuk memperbaiki pemahaman dan pelaksanaan pekerjaanya sendiri, dan juga membawa dampak pada lingkungan sekitar.[37]

4.      Menurut Calhoun, Action Research merupakan sekolompok kegiatan dam mengembangkan kurikulum, staf, sistem dan kebijakan.[38]

5.      Menurut Lodico, Action Research merupakan penelitian yang bertujuan melakukan suatu perubahan langsung dalam pengaturan pendidikan.[39]

Berdasarkan pendapat dari para ahli, dapat kami simpulkan, penelitian Action Research menrupakan suatu penelitian gerakan atau aksi yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki atau meningkatkan kualitas kegiatan tertentu. Penelitian tindakan dapat dilakukan pada tim atau perorangan. Penelitian tindakan memiliki potensi menciptakan peningkatan yang relatif stabil disekolah.

Q.    Langkah-Langkah Penelitia Tindakan

Dalam penelitian tindakan terdapat tahapan-tahapan yang perlu diperhatikan dalam menerapkannya, yaitu:[40]

1.      Merumuskan masalah terhadap hal-hal yang perlu perbaikan.

2.      Lakukan kajian.

3.      Mengumpulkan data.

4.      Tentukan strategi, kriteria dan kategori umpan balik.

5.      Analisa dan evaluasi.

6.      Menyusun laoporan

7.      Rencana tindakan.

Penelitian tindakan bentuknya spiral, dapat dimulai dari perencaan, pengamatan dan pelaksanaan ataupun sebaliknya dimulai dari pengamatan baru perencanaan hingga pada tindakan.

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

A.    KESIMPULAN

Penelitian deskriptif adalah suatu penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama mengambarkan atau mendeskripsikan suatu masalah yang ada. Penelitian deskriptif dilakukan untuk menemukan makna baru, menjelaskan suatu kondisi, menentukan suatu frekuensi dan mengkategorikan suatu informasi.

Tujuan utama dari penelitian deskriptif adalah memberikan gambaran yang jelas dan akurat tentang fenomena yang sedang diselidiki atau menggambarkan sutau variabel pada saat penelitian.

Adapun langkah-langkah dalam penelitian deskriptif meliputi merumuskan/ memilih masalah yang yang akan diteliti, merumuskan atasan masalah dan melakukan studi pendahuluan, merumuskan tujuan penelitian dan kegunaan penelitian.

Penelitian ekperimen adalah suatu penelitian yang melakukan manipulasi terhadap variabel independen atau mecari suatu sebab akibat terhadap suatu kondisi. Sedangkan penelitian non eksperimen adalah penelitian yang tidak melakukan manipulasi terhadap variabel independen.

Penelitian eksperimen dilakukan dengan tujuan untuk meneliti suatu hubungan antara dua variabel atau lebih pada satu atau lebih kelompok eksperimen, serta membandingkan hasilnya dengan kelompok yang tidak mengalami manipulasi yang disebut kelompok kontrol. Sedangkan tujuan penelitian non eksperimen dilakukan untuk mengambarkan suatu kelompok atau memeriksa suatu hubungan antara kelompok yang sudah ada.

Penelitian Ex-post facto adalah penemuan empiris yang dilakukan secara sistematis, dimana peneliti tidak melakukan suatu kontrol terhadap variabel bebas. Penelitian ini bertujuan menemukan suatu penyebab yang memungkinkan perubahan perilaku, gejala atau fenomena yang disebabkan oleh suatu peristiwa atau hal-hal yang menyebakan perubahan pada variabel bebas.

Penelitian Ex-Post Fcato dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu Casual Research (penelitian korelasi) yang merupakan penelitian yang melibatkan tindakan pengumpulan data guna menentukan, apakah ada hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih. Casual Comparative Research (penelitian kasual komparatif) yang merupakan pendekatan dasar kasual komparatif melibatkan peneliti yang diawalu dengen mengidentifikasi pengaruh variabel satu terhadap variabel lainnya, kemudian berusaha mencari kemungkina variabel penyebabnya.

Penelitian survei merupakan suatu penelitian yang melibatkan subjek atau responden dengan jumlah yang banyak, maupun kecil untuk mengetahui suatu informasi dari suatu masalah dengan menggunakan suatu pertanyaan-pertanyaan baik lisan mapun non lisan.

Studi kasus merupakan suatu penelitian terhadap suatu objek, orang atau peristiwa yang aktual yang dilakukan secara intensif, terinci dan mendalam untuk memperoleh informasi dari peristiwa tersebut.

B.       SARAN

Makalah ini tentu tidak terlepas dari kekurangan. Oleh karena itu, penulis sangat menerima kritik dan saran. Kita berharap semoga dengan tugas makalah ini dapat membuka wawasan jenis-jenis penelitian serta para pembaca setelah membaca makalah ini, dapat mengambil hikmah dan manfaatnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Abdullah, Berbagai Metodologi Dalam Penelitian Pendidikan Dan Manajemen, (Gowa: Gunadrama Ilmu, 2018.

 

Aditya, Doedit. Metodologi Research. t.t:t.p,2019.

 

Baso Intang Spaile. "Konsep Penelitian Ex-post facto" Jurnal Pendidikan Matematika, 1, 2 (Juli, 2010).

 

Hasan "Action Research: Desain Penelitian Integratif Untuk Mengatasi Permasalahan Masyarakat" Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 4, 8 (Oktober, 2009).

 

Izzul Islami. "Penelitian Survei Dalam Pembelajaran Dan Pengajaran Bahasa Inggris", Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Purwokerto. (Agustus:2019)

 

Jhonson, Burke. Educational Research. United State Of America: Library Of Congress Cataloging-in-Publication Data, 2014.

 

Kartowagiran, Badrun. Dasar-Dasar Penelitian Tindakan. Yogyakarta:t.p, t.t).

 

Khoiri, Nur. Metodologi Penelitian Pendidikan. Semarang: Purti Delta Asri, t.t.

 

Mansurdin, "Penelitian Tindakan (Action Research) Dan Aplikasinya Di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), 4.

 

Maidiana. "Penelitian Survei", Journal Of Education, 1, 2 (Juni, 2021).

 

Mudja Rahardjo, "Studi Kasus Dalam Penelitian Kulaitatif" (Malang, 2017).

 

Ratna Dewi Nuraini, "Penerapan Metode Studi Kasus Yin Dalam Penelitian Arsitektu dan Perilaku" INERSIA, XVI, 1, (Mei, 2020).

 

Sri Wahyuningsih. Metode Penelitian Studi Kasus,(Bangkalan: UTM PRESS, 2013), 3.

 

Sugiyono, Metode Pnenelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta CV, 2013.

 

Susila Adiyanta. "Hukum dan Studi Penelitian Empiris:Penggunaan Metode Survei  Sebagai Instrumen Penelitian Empiris", Adminitrative Law& Goevernance Journal, 2, 4, (November:2019), 701

 

Taufik Hidayat. "Pembahasan Studi Kasus Sebagai Bagian Metodologi Penelitian" (Agustus, 2019).

 

Widarto. Penelitian Ex-Post Facto, Jurnal Teknik Informatika, 2013, 3

 

 

 

 

 

 

 



[1] Sugiyono, Metode Pnenelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D (Bandung: Alfabeta CV,2013), 213.

[2] Nur Khoiri, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Semarang: Purti Delta Asri,t.t), 32.

[3] Ibid.

[4] Burke Jhonson, Educational Research, (United State Of America: Library Of Congress Cataloging-in-Publication Data, 2014)

 

[5] Abdullah, Berbagai Metodologi Dalam Penelitian Pendidikan Dan Manajemen, (Gowa: Gunadrama Ilmu, 2018), 9.

[6] Ibid, 8.

[7] Doedit Aditya, Metodologi Research, (t.t:t.p,2019), 2.

[8] Abdullah, Berbagai Metodologi Dalam Penelitian Pendidikan Dan Manajemen, (Gowa: Gunadrama Ilmu, 2018), 153

[9] Burke Jhonson, Educational Research, (United State Of America:Library Of Congress Cataloging-in-Publication Data, 2014)

[10] Abdullah, Berbagai Metodologi Dalam Penelitian Pendidikan Dan Manajemen, (Gowa: Gunadrama Ilmu, 2018), 159.

[11] Ibid, 160

[12] Nur Khoiri, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Semarang:Purti Delta Asri,t.t),38

[13] Ibid, 41.

[14] Burke Jhonson, Educational Research, (United State Of America:Library Of Congress Cataloging-in-Publication Data, 2014)

[15] Nur Khoiri, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Semarang:Purti Delta Asri,t.t),111

[16] Ibid.

[17] Baso Intang Spaile. "Konsep Penelitian Ex-post facto" Jurnal Pendidikan Matematika, 1, 2 (Juli, 2010), 105.

[18] Widarto. Penelitian Ex-Post Facto, Jurnal Teknik Informatika, 2013, 3.

[19] Abdullah, Berbagai Metodologi Dalam Penelitian Pendidikan Dan Manajemen, (Gowa: Gunadrama Ilmu, 2018), 146.

[20] Widarto. Penelitian Ex-Post Facto, Jurnal Teknik Informatika, 2013, 4

[21] Abdullah, Berbagai Metodologi Dalam Penelitian Pendidikan Dan Manajemen, (Gowa: Gunadrama Ilmu, 2018),79.

[22] Ibid.

[23] Izzul Islami, "Penelitian Survei Dalam Pembelajaran Dan Pengajaran Bahasa Inggris", Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Purwokerto. (Agustus:2019)

[24] Susila Adiyanta, "Hukum dan Studi Penelitian Empiris:Penggunaan Metode Survei  Sebagai Instrumen Penelitian Empiris", Adminitrative Law& Goevernance Journal, 2, 4, (November:2019), 701.

[25] Maidiana. "Penelitian Survei", Journal Of Education, 1, 2 (Juni, 2021), 23.

[26] Ibid, 22.

[27] Taufik Hidayat, "Pembahasan Studi Kasus Sebagai Bagian Metodologi Penelitian" (Agustus,2019)

[28] Sri Wahyuningsih, Metode Penelitian Studi Kasus,(Bangkalan:UTM PRESS, 2013), 3

[29] Abdullah, Berbagai Metodologi Dalam Penelitian Pendidikan Dan Manajemen, (Gowa: Gunadrama Ilmu, 2018),91

[30] Ratna Dewi Nuraini, "Penerapan Metode Studi Kasus Yin Dalam Penelitian Arsitektu dan Perilaku" INERSIA, XVI, 1, (Mei, 2020), 93.

[31] Abdullah, Berbagai Metodologi Dalam Penelitian Pendidikan Dan Manajemen, (Gowa: Gunadrama Ilmu, 2018), 93.

[32] Ibid.

[33] Taufik Hidayat, "Pembahasan Studi Kasus Sebagai Bagian Metodologi Penelitian" (Agustus,2019).

[34] Mudja Rahardjo, "Studi Kasus Dalam Penelitian Kulaitatif" (Malang, 2017), 15.

[35] Abdullah, Berbagai Metodologi Dalam Penelitian Pendidikan Dan Manajemen, (Gowa: Gunadrama Ilmu, 2018), 102.

[36] Hasan "Action Research: Desain Penelitian Integratif Untuk Mengatasi Permasalahan Masyarakat" Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 4, 8 (Oktober,2009), 178.

[37] Badrun Kartowagiran, Dasar-Dasar Penelitian Tindakan, (Yogyakarta:t.p, t.t), 3.

[38] Ibid.

[39] Mansurdin, "Penelitian Tindakan (Action Research) Dan Aplikasinya Di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), 4.

[40] Abdullah, Berbagai Metodologi Dalam Penelitian Pendidikan Dan Manajemen, (Gowa: Gunadrama Ilmu, 2018), 73.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak