PROPOSAL IMPLEMENTASI ALAT PERMAINAN EDUKTIF (APE) TUTUP BOTOL PINTAR UNTUK MENGASAH PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI PART 1
Untuk Mendownload File PROPOSAL ini klik
Download File Di bawah ini
A. Judul Proposal Skripsi
Implementasi alat permainan edukatif (APE) tutup botol
pintar untuk mengasah perkembangan
kognitif anak usia dini kelompok A di RA miftahul
ulum secang desa dempo
barat kecamatan Pasean kabupaten Pamekasan
B.
Konteks
Penelitian
Masa usia dini merupakan periode
awal yang penting dan mendasar dalam sepanjang rentang pertumbuhan serta
perkembangan kehidupan manusia. Pada
masa
ini ditandai oleh periode penting yang pundamen dalam kehidupan anak
selanjutnya sampai periode ahir perkembangan. Salah satu periode yang menjadi
ciri masa usia dini adalah The Golden Age atau periode keemasan banyak konsep
dan fakta yang ditemukan memberikan penjelasan periode keemasan pada masa usia
dini dimana potensi anak berkembang dengan cepat.Anak usia dini memiliki
karakteristik yang khas baik secara fisik, sosial, moral dan sebagainya. Masa
kanak-kanak juga masa
usia yang sangat penting bagi sepanjang hidupnya sebab masa anak merupakan masa pembentukan
pondasi dan dasar kepribadian yang akan menetukan pengalaman anak di kehidupan
selanjutnya[1].
Perkembangan
kognitif
pada umumnya sangat berhubungan dengan masa perkembangan motorik. Perkembangan kognitif menggambarkan
bagaimana pikiran anak berkembang dan berfungsi, sehingga dapat berfikir.
Perkembangan kognitif adalah proses dimana individu dapat meningkatkan
kemampuan dalam menggunakan pengetahuannya[2].
Alat
bermain
adalah segala macam sarana yang bisa merangsang aktivitas yang membuat anak
senang. Sedangkan alat
permainan edukatif yaitu alat bermain yang dapat meningkatkan fungsi menghibur
dan fungsi mendidik. Artinya,
alat permainan edukatif adalah sarana yang dapat merangsang aktivitas anak
untuk mempelajari sesuatu tanpa anak menyadarinya, baik menggunakan teknologi
modern maupun teknologi sedehana bahkan bersifat tradisional. Alat permainan edukatif juga merupakan
alat yang dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anak tentang sesuatu,
seperti halnya pada perkembangan kognitif pada anak. Dalam proses bermain, anak
juga bisa perkenalkan dengan perbendaharaan huruf, angka, kata, bahasa,
komunikasi timbal balik, maupun mengenal objek-objek tertentu, misalnya bentuk
(besar atau kecil) dan rasa (manis,
asin, pahit, atau asam)[3].
Tutup
botol
merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk meningkatkan kognitif
anak. Media tutup
botol adalah media konkrit yang merupakan tutup botol bekas minuman yang sudah
tidak terpakai[4].
Dalam
lembaga pendidikan Islam anak usia dini di RA Miftahul ulum secang Dempo barat
kecamatan Pasean kabupaten Pamekasan dari observasi yang peneliti tanyakan pada
kepala sekolah mengenai Implementasi pembelajaran APE Tutup Botol Pintar untuk
mengasah perkembangan kognitif anak usia dini Kelompok A? Ia memaparkan bahwa,
di lembaga Ra Miftahul ulum pernah menerapkan satu kali. pada saat pembelajaran
matematika untuk mengasah perkembangan kognitif anak, hasil dari metode
pembelajaran tersebut dari 15 murid yang menjawab 3 murid.[5] Jadi peneliti tertarik untuk mengangkat tema yang
berjudul "Implementasi Alat Permainan Edukatif (APE) Tutup Botol Pintar
untuk mengasah perkembangan kognitif anak Kelompok A di lembaga Miftahul ulum
secang Dempo barat kecamatan Pasean kabupaten Pamekasan"
C. Fokus Penelitian
Berdasarkan pemaparan diatas, fokus
penelitian yang penulis kemukakan dari penelitian ini adalah sebagai berikut
1.
Bagaimana
implementasi alat
permainan edukatif (APE)
tutup botol pintar untuk mengasah perkembangan kognitif anakusia dini kelompok A di RAmiftahul ulum secang Desa Dempo barat
kecamatan Pasean kabupaten Pamekasan?
2.
Faktor apa sajakah yang dapat mendukung dan menghambat implementasi
alat permainan edukatif (APE) Tutup Botol Pintar untuk mengasah perkembangan
kognitif anak usia diniKelompok A di RA miftahul ulum secang Desa Dempo barat
kecamatan Pasean kabupaten Pamekasan?
3.
Apa sajakah manfaat pada implementasi alat permainan
edukatif (APE) Tutup Botol Pintar untuk mengasah perkembangan kognitif anak
usia dini Kelompok A di RA miftahul ulum secang Desa Dempo barat kecamatan
Pasean kabupaten Pamekasan?
D. Tujuan Penelitian
Pada penelitian
ini bertujuan untuk memahami dan mengetahui bagaimana implementasi APE Tutup Botol
Pintar untuk Mengasah Perkembangan kognitif anak kelompok A di lembaga RA Miftahul ulum secang desa
dempo barat
kecamatan pasean kabupaten Pamekasan sehingga dapat menjadi tambahan referensi
bagi peneliti selanjutnya:
1.
Untuk mengetahui
implementasi alat permainan edukatif (APE) tutup botol pintar untuk mengasah perkembangan kognitif anak usia dini kelompok
Adi RAmiftahul
ulum secang desa dempo barat kecamatan pasean kabupaten Pamekasan.
2.
Untuk mengetahui faktor apa sajakah yang dapat mendukung dan
menghambat implementasi alat permainan edukatif (APE) Tutup Botol Pintar untuk
mengasah perkembangan kognitif anak usia diniKelompok A di RA miftahul ulum desa
dempo barat kecamatan pasean kabupaten Pamekasan.
3.
Untuk mengetahui manfaat implementasi alat perminan edukatif (APE) tutup
botol pintar untuk mengasah kemampuan kognitif anak usia dini kelompok A di RAmiftahul
ulum secang desa dempo barat kecamatan pasean kabupaten Pamekasan.
E. Kegunaan Penelitian
Penelitian
ini
diharapkan dapat bermanfaat dan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan
kualitas pendidikan. Adapun manfaat penelitian sebagai berikut:
1. Kegunaan
Teoritis
Pada
penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan memberikan sumbangan pemikiran
yang dapat menambah keilmuan bagi peneliti sehingga pada umumnya pembaca dapat
mengembangkan pengetahuan dengan wawasan yang lebihluas, khususnya bagi yang
ingin melatihkognitif anak dengan metode implementasi pembelajaran menggunakan
APE Tutup Botol Pintar.
2. Kegunaan Praktis
a.
Bagi IAIN MADURA
Dengan
mengetahui mengenai implementasi alat permainan edukatif (APE) Tutup Botol
Pintar untuk mengasah perkembangan kognitif anka usia dini Kelompok A di
Lembaga RA Miftahul Ulum Secang Desa Dempo Barat Kecamatan Pasean Kabupaten
Pamekasan, diharapkan dapat berguna untuk dijadikan sebagai pedoman dalam
peningkatan Pendidikan.
b.
Bagi anak didik
di RA Miftahul Ulum Secang Desa Dempo Barat KecamatanPasean Kabupaten Pamekasan
Bagi anak didik, agar dapat menambah
semangat dan minat belajar dalam menggunakan alat permainan edukatif (APE) Tutup Botol Pintaruntuk mengasah perkembangan kognitif anak usia dini
kelompok A.
c.
Bagi guru di RA Miftahul Ulum Secang Desa
Dempo Barat Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan.
Penelitian ini bisa dijadikan bahan
masukan dalam metode pembelajaran atau sebagai gambaran dalam bagaimana cara
guru mengelola kelas.
d.
Bagi peneliti.
Penelitian ini diharapkan dapat
memberikan pengalaman serta memberikan wawasan, penelitian ini dapat dijadikan
bahan dalam memperluas
pengetahuan peneliti dalam mempersiapkan diri sebagai tenaga pendidik yang
profesional
e.
Bagi Lembaga RA
Miftahul Ulum Secang Desa Dempo Barat Kecamatan Pasean.
Penelitian ini diharapkan dapat
memberikan pengetahuan dan dapat mendorong semangat belajar anak didik terhadap
peningkatan kognitif. Selain itu juga dapat membantu peserta didik yang belum
tahu atau mengenal bentuk bilangan angka, warna, bentuk geometri dan juga dapat
menanamkan jiwa pengetahuan sejak usia dini dan menjadi bahan pertimbangan dan
sumbangan pemikiran bagi pihak yang ada di Lembaga RA Miftahul Ulum Secang Desa
Dempo Barat Keacamatan Pasean Kabupaten Pamekasan
F.
Definisi Istilah
Berikut peneliti
akan menjelaskan
istilah-istilah yang ada dalam penelitian ini untuk menghindari terjadinya
kesalah pahaman dan perbedaan persepsi dalam memahami istilah-istilah pokok
yang digunakan dalam penelitian proposal ini sebagai berikut:
1.
Alat Permainan
Edukatif (APE) adalah permainan yang memiliki unsur mendidikyang
didapat dari sesuatu yang ada dan melekat menjadi bagian dari permainan itu
sendiri, selain itu permainan juga memberikanrangsangan atau respon positif terhadap
indra pemainnya. Indra yang dimaksud adalah pendengaran, penglihatan, suara
(berbicara, komunikasi), menulis, dayapikir, keseimbangan kognitif, motorik
(keseimbangan gerak, dayatahan, kekuatan, keterampilan dan ketangkasan), afeksi
serta kekayaan sosial dan spiritual (budi pekerti luhur, cinta, kasih sayang,
etika, kejujuran, tata krama dan sopansantun, persaingan sehat, serta
pengorbanan).[6]
2.
Tutup botol
pintar adalah media pembelajaran yang terbuat dari bagian kepala tutup botol bekas
minuman yang sudah tidak di pakai.[7]
3.
Perkembangan
kognitif pada anak mengacu
pada proses
mengingat, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah.[8]
4.
Anak usia dini secara umum adalah anak-anak yang usianya
dibawah 6 tahun. Pemerintah melalui UU sisdiknas mendefinisikan anak usia dini
adalah anak dengan usia 0-6 tahun.[9]
5.
Anak kelompok A adalah anak usia 4 tahun. Dimana anak diajarkan berbagai pembelajaran kognitif seperti membaca,
menulis dan berhitung. Berbeda dengan kelompok bermain dan PAUD, pada jenjang
ini pendidikan lebih mengasah pada kemampuan otak anak.[10]
G. Penelitian Terdahulu
Untuk memberikan pemahaman yang
lebih luas bagi penelitian ini peneliti akan memaparkan beberapa penelitian
terdahulu yang pernah dilakukan sebelumnya agar dapat mengetahui persamaan dan
perbedaannya, salah satu hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis dengan
hasil penelitian sebelumnya bagian tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:
Pertama, jurnal Audi yang
ditulis oleh Ahmad affandy yang berjudul "pengaruh media tutup botol bekas
minuman terhadap kemampuan membilang."[11]Hasil dari penelitian ini adalahmedia
tutup botol bekas minuman berpengaruh terhadap kemampuanmembilang. Hal ini dibuktikan dengan taraf
signifikan 55 nilai chi-kuadrat tabel 3,841 lebih kecil dari chi-kuadrat hitung
yaitu 8,231. Dengan demikian
berarti signifikan. Sehingga
hipotesiskerja diterima dan hipotesis nihil ditolakKemudian dari analisis
korelasikontingensi diperoleh bahwa nilai sebesar 0,464. Hal inimembuktikan bahwa ada pengaruh
yang sedangantara media tutup botol bekas terhadapkemampuan membilang.
Tujuan
dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya pengaruh media tutup botol
bekas minuman terhadap kemampuan membilang pada anak kelompok A di TK tunas
cita Sidoarjo objek penelitian pada jurnal diatas adalah pada anak usia dini
persamaan pada penelitian ini adalah objek nya sama-sama pada anak usia dini
kelompok A serta medianya sama-sama menggunakan tutup bekas minuman, adapun
perbedaannya adalah pada penelitian terdahulu menjelaskan tentang pengaruh
terhadap kemampuan membilang sedangkan pada penelitian sekarang yaitu mengarahkepada
mengasah kemampuan kognitif anak.
Kedua, jurnal
yang ditulis oleh Eni Novita dan Syahrul Ismet yang berjudul "peningkatan
kemampuan mencocokkan angka melalui permainan tutup botol pintar di taman
kanak-kanak aba Simpang tiga pasaman barat."[12]Hasil penelitian menunjukkan adanya
peningkatan kemampuan mencocokkan angka,setelah dilakukan melalui kegiatan
perlombaan dan permainan di siklus II. Hal ini
dapat dilihat dari adanya peningkatan kemampuan mencocokkan angka dalam kegiatan
menyusun tutup botol sesuai dengan indikator-indikator yang telah ditetapkan.
Pada kemampuan anak mencocokkan angka 1-5 melalui permainan tutup botol
mencapai angka 93,3%.
Kemampuan mencocokan angka
didesain dengan membuat angka pada tutup botol pada badan botol. Botol yang disediakan juga memiliki
fariasi dari segi warna danukuran. Saat tutup botol dibuka dan ditaruh
secara acak, maka anak memasangkan kembali dengan menyesuaikan nomor yang
tertera pada tutup botol dengan angka yang tertera pada badan botol
Tujuan
dari
penelitian ini adalah agar dapat memperbaiki kinerja guru dalam pembelajaran
agar minat belajar anak semakin meningkat persamaan pada penelitian terdahulu
dan sekarang adalah sama-sama bertujuan untuk membuat minat belajar anak dalam pembelajaran angka semakin
meningkat, perbedaan pada penelitian
terdahulu mengarah pada mencocokkan angka sedangkan penelitian sekarang
mengarah ke mengenal angka.
Ketiga, artikel
skripsi yang ditulis oleh rofika kartikasari yang berjudul "meningkatkan
kemampuan berhitung menggunakan media tutup botol untuk anak-anak kelompok b TK
dharma wanita 1 gayam kecam. Hasil dari penelitian ini
adalah peningkatan antara siklus I dan siklus II sebesar 9% dan siklus III
sebesar 75% dengan nilai peningkatan 2%. Sehingga dapat dikatakan bahwa kegiatan berhitung berjalan
dengan baik dan sudah memenuhi kriteria ketuntasan minimal sebesar 75%. Hal ini
menunjukkan bahwa berhitung menggunakan media tutup botol terbukti dapat
mengembangkan kemampuan berhitung anak-anak pada kelompok B Tk Dharma Wanita 1
Gayam Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri Tahun Ajaran 2014/2015.atan gurah
kabupaten Kediri tahun ajaran 2014-2015".[13]
Tujuan
dari penelitian ini adalah penggunaan media dalam pembelajaran dapat
meningkatkan kemampuan berhitung pada anak persamaan pada penelitian ini adalah
sama-sama mengarah kepada kemampuan berhitung pada anak, sedangkan perbedaannya
adalah objek pada penelitian terdahulu menggunakan kelasBsedangkan pada
penelitian sekarang objek nya yaitu mengarah ke kelas A.
H. Kajian Teori
1.
Alat Permainan Edukatif(APE)
a.
Pengertian
Alat Permainan Edukatif (APE)
Bermain merupakan kegiatan yang
sangat digemari oleh anak-anak usia dini pada intinya kegiatan bermain anak
adalah proses belajar anak itu sendiri. Dengan bermain anak dapat melakukan kegiatan yang dapat
merangsang dan mendorong aspek-aspek perkembangan kemampuan dan kompetensi yang
dimiliki oleh anak. Oleh karena
itu, anak mulai belajar dari objek nyata agar bermain anak lebih bermakna dan
hasilnya baik harus ditunjang dengan sarana atau alat permainan yang dapat
mengandung nilai-nilai pendidikan. Alat
permainan
yang digunakan ada yang dibuat khusus untuk kegiatan bermain seperti boneka dan
mobil-mobilan yang dijual di toko mainan tapi ada juga yang dibuat sendiri dan
menggunakan bahan bekas yang sudah tidak terpakai lagi seperti halnya
pistol-pistolan dari pelepah pisang dan lain-lain.
Berdasarkan
uraian
diatas alat permainan adalah semua alat yang digunakan anak untuk memenuhi
kebutuhan naluri bermainnya. Alat
bermain
untuk anak dalam pengandaan nya selain dapat dibeli di toko mainan, juga dapat
digali dan dikumpulkan dari sekeliling. Alat permainan yang dimaksud seperti bola plastik,
mobil-mobilan dan tiruan alat-alat memasak dan lain sebagainya. Dalam sebuah
perkembangannya istilah alat permainan seringkali dilengkapi dengan menggunakan
istilah yang lain yaitu alat permainan edukatif yang disingkat menjadi APE. Alat peraga edukatif tentu sangat
beragam.
Mayke S. Tedjasaputraberpendapat bahwa alat permainan edukatif
(APE) adalah alat permainan yang sengaja dirancang secara khusus untuk
kepentingan pendidikan.Untuk itu APE yang dibuat harus sama dengan tema/materi yang akan
disampaikan.
Tidak
terlalu jauh berbeda dengan pengertian atau definisi alat permainan edukatif di
atas, Direktorat PAUD, Depdiknas berpendapat bahwa mendefinisikan alat
permainan edukatif sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai sarana
atau peralatan untuk bermain yang mengandung nilai edukatif (pendidikan) dan
dapat mengembangkan seluruh kemampuan anak.
Apabila
kita
menelaah pengertian tersebut, tampak rumusannya tidak terlalu jauh berbeda
dengan pengertian sebelumnya. Kedua
pengertian
tersebut menggaris bawahi bahwa perbedaan antara alat permainan yang biasa
dengan alat permainan edukatif adalah bahwa pada alat permainan edukatif
terdapat unsur perencanaan pembuatan secara mendalam dengan mempertimbangkan
karakterisitk anak dan mengaitkannya pada pengembangan berbagai aspek
perkembangan anak. Sedangkan alat permainan biasa dipilih dengan tujuan yang
berbeda, mungkin saja hanya dalam rangka memenuhi kepentingan bisnis semata
tanpa adanya kajian secara mendalam tentang aspek-aspek perkembangan anak apa
saja yang dapat dikembangkan melalui alat permainan tersebut.[14]
Badru Zaman berpendapat bahwa alat permainan dapat
dikategorikan sebagai alat permainan edukatif untuk AUD jika memenuhi ciri-ciri
sebagai berikut:
1.
Ditujukan untuk
AUD.
Secara khusus alat
permainan eduktif ini ditujukan pada anak usia dini. Maksudnya, dari segi
ukuran, bentuk, serta warna yang diterapkan pada alat permainan edukatif mudah
dijangkau oleh anak.
2. Berfungsi
mengembangkan aspek-aspek perkembangan AUD.
APE yang dirancang
dapat mengembangkan aspek-apek perkembangan pada anak usia dini, aspek-aspek
yang dikembangkan yaitu aspek fisik (motorik halus dan kasar), emosi, sosial,
bahasa, kognitif, serta moral. APE yang dirancang untuk mengembangkan aspek
perkembangan kognitif pada anak di gunakan untuk melatih daya nalar anak.
3. Dapat
digunakan dengan berbagai cara, bentuk dan untuk bermacam tujuan aspek
pengembangan atau bermanfaat multiguna.
Setiap APE
digunakan secara multiguna. Walaupun masing-masing alat permainan memiliki
kekhususan perkembangan tertentu, tidak jarang satu alat permainan dapat
mengembangkan lebih satu aspek perkembangan
4. Aman
bagi anak.
APE yang dirancang
dengan memperhatikan tingkat keamanan serta keselamatan bagi anak. Seperti
halnya penggunaan cat yang tidak beracun (nontoxic) sera tidak mudah
mengelupas. Jika menggunakan alat permainan yang bersudut maka sudut mainan
tersebut tidak runcing atau tumpul agar tidak membahayakan anak.
5. Dirancang
untuk mendorong aktivitas dan kreativitas.
APE juga dirancang
agar dapat mendorong kreatvitas serta aktivitas anak yang bersifat membangun
atau menghasilkan sesuatu. Berbeda dengan anak pada saat mendengarkan radio
yang pasif hanya membuat anak mendengarkan, dengan adanya APE anak dapat
berkreasi dan berimajinasi membuat sesuatu contohnya seperti membangun
balok-balok.
6. Bersifat
konstruktif atau ada sesuatu yang dihasilkan.
Lembaga pendidikan
anak usia dini telah mampu mengembangkan APE yang disesuaikan dengan kebutuhan
masing-masing. Sehingga, alat permainan edukatif dapat memberikan stimulasi
untuk menghasilkan sesuatu yang sesuai dengan kondisi kehidupan anak diberbagai
daerah[15]
Fungsi
alat
permainan adalah untuk mengenal lingkungan dan juga mengajar anak untuk
mengenal kekuatan dan kelemahan dirinya. Dengan alat permainan anak akan
melakukan kegiatan yang jelas dan menggunakan semua pancainderanya secara aktif.
Kegiatan yang aktif dan menyenangkan ini juga akan meningkatkan aktivitas sel
otaknya yang juga merupakan masukan-masukan pengamatan maupun ingatan yang
selanjutnya akan menyuburkan proses pembelajarannya[16]
b.
Macam-macam
Alat Permainan Edukatif (APE)
Dewan
Nasional Indonesia berpendapat
bahwa untuk
kesejahteraan dan sosial memperkenalkan istilah alat permainan edukatif (APE).
Sebenarnya, merupakan pengembangan proyek pembuatan buku keluarga dan balita
yang dikelola oleh kantor menteri urusan peranan wanita. Karena keberhasilan proyek, APE digunakan
di seluruh wilayah ini melalui program-program BKKBN dan ibu-ibu dan PKK.[17]
Adapun beberapa APE sebagai
berikut:
1.
Boneka jari dari kain flanel
Boneka jari adalah
boneka yang dapat dimasukkan kejari tangan, bentuknya kecil jenis bahan yang
digunakan yaitu boneka jari yang terbuat dari bahan kain flanel. Dengan
menggunakan boneka jari, guru dapat mengembangkan bahasa anak, mempertinggi
keterampilan dan kreativitas anak, mengajak anak bersosialisasi dan bergotong royong
disamping melatih keterampilan jari anak.[18]
2.
Balok bangunan
Balok adalah
potongan–potongan kayu yang polos dan ada juga yang berwarna sesuai dengan
standar cat yang tidak berbahaya bagi anak, yang tebalnya sama, panjangnya dua
kali atau empat kali sama besar dengan satu unit balok.[19]
3.
Menara pelangi segitiga
Menara pelangi
segitiga terbuat dari bahan kayu yang dibuat dengan halus dan rapi sehingga
aman bagi anak jika digunakan untuk media pembelajaran, menara pelangi ini
termasuk kedalam kategori sentra konsentrasi dan sentra motorik[20]
4.
Puzzle
Puzzle adalah alat
permainan yang terdiri dari kepingan-kepingan gambar yang terpotong-potong
terdiri dari 4-6 potong, ada yang terbuat dari bahan karton, atau spon tebal[21]
5.
Kotak gambar pas
Mengenalkan
konsep pola apada anak sejak dini merupakan hal yang sangat penitng, karena
pembelajaran konsep pola menjadi salah satu fondasi dalam memahami ilmu
matematika, jika pembelajaran konsep pola ini diberikan sejak dini akan
memudahkan anak dalam belajar matematika dalam pembelajaran selanjutnya[22]
2.
Kajian Teoritik Tentang Tutup Botol Pintar
a.
PengertianTutup Botol Pintar
Tutup botol pintar adalah salah satu media yang dapat
digunakan sebagai pendukung permainan untuk mengenalkan angka pada anak usia
dini. Permainan ini
sengaja di desain untuk dapat membuat minat anak dalam mengenal angka selain
warna yang mencolok pada tiap tutup botol, terdapat angka 1-10 yang dapat
menarik minat anak untuk mencoba memainkannya.[23]
Alat
dan bahan
1.
Tutup botol bekas
2.
Kardus
3.
Kertas karton
4.
Lem aibon
5.
karet
6.
Lem fox
7.
Gunting
8.
Spidol
9.
Pensil
10. Penggaris
Cara
membuat
1.
Lem kardus menggunakan lem fox kemudian tarok kertas
karton diatasnya
2.
Berinama pada bagian atas kertas (TUTUP BOTOL PINTAR)
3.
Ambil tutup botol kemudian beri lem aibon pada tutup
botol dan tempelkan pada kertas karton lakukan hingga tutup botol habis
4.
Tulis bagian dalam tutup botol menggunakan spidol, dari
angka 1-10 dengan ukuran kecil/sesuai dengan ukuran tutup botol.
5.
Gambarlah jaring-jaring kubus pada kertas karton
menggunakan pensil dan penggaris, buatlah 4 kotak terlebih dahulu
6.
Buatlah masing-masing satu kotak kesamping kanandan kiri,
gunting pola jaring-jaring yang sudah dibentuk, kotak samping kanan dan kiri
digunting agak lebar sedikit dari garis
agar ketika diberi lem menjadi lebih mudah
7.
Bentuklah pola jaring-jaring tersebut agar terbentuk
menjadi kubus, selanjutnya mengelem kubus yang telah di bentuk
8.
Alat Permaninan Edukatif (APE) Tutup Botol Pintar sudah
jadi.[24]
b.
Prosedur
Permainan tutup botol merupakan
salah satu permainan yang memanfaatkan tutup botol bekas air mineral yang di
tempelkan pada kardus,
karet gelang, serta dadu sebagai medianya. [25]
Prosedur
dalam alat permainan ini yaitu dimana anak disuruh satu-satu untuk
maju kedepan dengan melemparkan dadu misal yang muncul angka 3, selanjutnya
anak mengambil karet gelang dan mengaitkan pada 3 tutup botol. Selanjutnya guru
menanyakan warna apa saja yang ada di dalam karet gelang, menanyakan angka
berapa yang ada di dalam karet gelang dan menanyakan bentuk geometri.
c.
Manfaat
Manfaat
alat permainan edukatif (APE) Tutup Botol Pintar bagi anak usia dini yaitu sebagai berikut:
1)
Perkembangan
moral dan agama
Anak belajar sabar menunggu giliran
dan mengikuti aturan permainan serta berdoa ketika hendak memulai kegiatan
bermain
2)
Perkembangan
sosial emosional
Meliputi
pengembangan
perasaan dan emosi serta pengembangan kemampuan sosial. Anak mampu mengharagai pendapat
dan bertenggang rasa juga memiliki empati
3)
Perkembangan fisik motorik
Anak dapat
mengaitkan karet pada tutup botol
4)
Perkembangan kognitif
Anak
dapat menyebutkan bentuk geometri seperti segitiga, segi empat. Anak dapat
menyebutkan warna pada bagian tutup botol yang ada di dalam karet. Anak dapat
menghitung tutup botol yang ada di dalam karet. Anak dapat mengenal/mengetahui angka
yang ada pada tutup botol
5)
Perkembangan
bahasa
Dengan
panduan guru bisa berbicara dengan bahasa yang benar[26]
d. Kekurangan
Setiap permainan
tentunya ada kekurangannya, sama halnya dengan permainan ini. Alat permainan
edukatif (APE) tutup botol pintar juga memiliki kekurangan, yaitu sebagai berikut:
1.
Anak harus
membawa media tutup botol,media
tutup botol ini harus ada ketika anak ingin memainkannya.
2.
Memerlukan waktu
sedikit lama apabila permainan masih belum lancar dalam mengenal simbol-simbol
angka, dan bentuk geometri[27]
e. Kelebihan
Kelebihan pada alat
permainan edukatif (APE) tutup botol pintar sebagai berikut:
1.
Dapat dimainkan
oleh anak laki-laki ataupun anak perempuan
2.
Dapat dimainkan
di mana saja asal membawa media tutup botol tersebut, jadi jika ingin memainkan APE ini maka harus membawa
medianya
3.
Anak akan tertarik karena media tutup botol
terdapat berbagai jenis warna dan angka-angka yang akan menarik minat anak
untuk memainkannya
4.
Melatih
kesabaran anak, anak akan dilatih
kesabaran pada saat menunggu giliran
5.
Anak dapat bersosialisasi
dengan temannya
6.
Anak dapat mengenal angka, pada saat memainkan APE ini
anak akan mengenal angka 1-10
7.
Anak dapat mengenal geometri, pada saat memainkan APE ini
anak akan mengenal bentuk geometri seperti bentuk segitiga, segi panjang
8.
Anak dapat mengenal warna, anak dapat mengenal berbagai
macam warna pada tutup botol[28]
f. Faktor Pendukung
Faktor pendukung
pada permanian ini adalah sebagai berikut:
1.
Hubungan antara
anak dan pendidik yang baik,
dengan adanya hubungan yang baik akan tercipta situasi belajar yag menyenangkan
bagi anak
2.
Lingkungan yang
dapat merangsang minat belajar anak,
dengan menumbuhkan rasa percaya diri dan membentuk citra diri anak yang positif
3.
Waktu,
memberikan anak untuk berfikir
4.
Mendidik dengan
cara demokratis dan tidak pesimis,
memberikan anak bersosialisasi dan berkomunikasi dengan teman sebayanya [29]
g. Faktor Penghambat
Faktor yang
menghambat dalam permainan ini terdapat dua faktor yaitu sebagai beriku:
1. Diri
sendiri
a)
psikologis adalah sebuah kondisi yang bisa mempengaruhi kehidupan
sehari-hari
b)
biologis yaitu berhubungan genetik
c)
fisiologis merupakan suatu fungsi normal dalam hidup
d)
sosiologis mencakup tentang lingkungan tempat tinggal anak
2. Pola asuh
a)
orang tua, jika
seorang anak dibesarkan dengan pola asuh yang mengutamakan memaksakan kehendak
maka yang muncul adalah anak tidak ingin mentaati peraturan dalam prosedur
permainan tersebut.
b)
guru. penekanan
berlebihan pada hafalan, penekanan secara ketat untuk menyelesaikan suatu
pekerjaan
[1]Sunanih, Kemampuan membaca Abjad bagi anakusia dini bagian dari perkembangan
bahasa. Jurnal pendidikan, (vol. 1(1). 2017). 4
[2]Heleni Filtri, Al Khudri
Sembiring. Perkembangan kognitif anak
usia dini ditinjau dari tingkat pendidikan ibu di PAUD kasih ibu kecamatan
rumbai. Jurnal pendidikan anak usia dini, (vol. 1 (2). 2018). 171
[3]Hijriati.Peranan dan manfaat api untuk kreativitas anak usia dini. Jurnal, (vol(2). 2017). 61-62
[4]Nurma Mutmainnah. Peningkatan kemampuan kognitif anak melalui
media tutup botol di TK melati Mon pasong Aceh barat. Jurnal, (vol. V. (2).
2019). 71
[5]Hasil observasi Yang di lakukan
pada 16 Desember 2021
[6]Fathul Mujib dan NailurRahmawati.
Metode permainan-permainan edukatif dalam
belajar anak, (Yogyakarta: Diva press, 2013). 29
[7]Nurma Mutmainnah, 2013. Ibid.
78
[8]https://www.halodoc.com/artikel/4-tahapan-perkembangan-kognitif-si-kecil-dalam-teori-piaget#:-:text=%E2%80%9CPerkembangan%20kognitif%20anak%20mengacu%20pada,berbeda-beda%20pada%20pada%20tiap%20anak.
Diakses pada, hari selasa 01-11-2022, jam 05:25
[10]http://www.okemom.com/adeea123/o34K08m/mom-ini-perbedaan-kelompok-bermain-paud-dan-taman-kanak-kanak
diakses pada hari selasa, 01-11-2022, jam 05:40
[11]Ahmad Afandi titik. Pengaruh media tutup botol bekas
minuman terhadap kemampuan membilang.
Jurnal Audi. (Vol III, (2), 2018)
[12]Ani Novita & Syahrul Ismet.Peningkatan kemampuan mencocokkan angka
melalui permainan tutup botol pintarditaman kanak-kanak aba Simpang tiga
Pasaman barat. Jurnal ilmiahpesona PAUD. (Vol 5, (2), 2018)
[13]Rafika kartikasari.Meningkatkan kemampuanberhitung menggunakan
media tutup botol untuk anak-anak kelompok b TK dharma wanita 1 gayam
kecamatan gurah kabupaten Kediri tahun ajaran 2014-2015.
[14]Tutuk Ningsih, Pengembangan alat permainan edukatif.(Istana
Agency: Yogyakarta 2018) 7
[15]Yasbiati
& Gilar Gandana. Alat Permainan
Edukatif Untuk Anak Usia Dini. (katria siliwangi: tasikmalaya 2019) 1-3
[16]Nigsih,
Alat Permainan Edukatif. 8
[17]Tesa Cahyani Kusuma & Heni
listiana, pengembangan pembuatan APE bagi
anak usia dini. (Kencana: Jakarta 2021) 7-8
[18]Nina
Khayatul Virdyna, media pembelajaran
pendidikan anak usia dini. (duta media:pamekasan 2019). 45
[19]http://madaniah.co.id/tahap-bermain-anak-usia-dini/
diakses pada 01-12-2022, jam 12:25
[20]http://madaniah.co.id./product/alat-peraga-edukatif-menara-pelangi-segitiga/
diakses pada 01-12-2022, jam 12:40
[21]http://anggunpaud.kemendikbud.go.id/berita/index/20180903123905/
diakses pada 01-12-2022, jam 12:50
[22]http://sekolahkudirumah.com/pembelajaran-konsep-pola/
diakses pada 01-12-2022, jam 13-50
[23]http://www.radarjateng.com/2021/12/02/alat-permainan-tutup-botol-aksara-untuk-anak-paud/ diakses pada 01-12-2022, jam 14:00
[24]Veptianingsih . Pengaruh Permainan Tutup Botol Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Pada Anak. (Skripsi : 2019) 41
[25]Veptianingsih.
Pengaruh permainan tutup botol terhadap
kemampuan membaca permulaan pada anak. Skripsi (2019). 56
[26]http://syahrudin14.blogspot.com/2017/06/makalah-juara-1-lomba-ape-dari-tutup-botol.html?m=1 diakses pada 01-12-2022, jam 14;25
[27]Veptianingsih.
41-42
[28]Veptianingsih.
43
[29]Muchammad
najiich. Desain APE untuk aspek
perkembangan anak usia dini. Makalah (2021). 9