Trending

UPAYA GURU DALAM MENCIPTAKAN ETIKA KOMUNIKASI YANG BAIK DENGAN SISWA


 UPAYA GURU DALAM MENCIPTAKAN ETIKA KOMUNIKASI YANG BAIK DENGAN SISWA



Di blog ini hanya hanya cover sampai BAB I nya 
saja untukBAB I sampai BAB V ada di file di bawah
ini untuk mendownload file di bawah ini hubungi
admin dulu untuk meminta izin lewat wa di bagian 
hubungi admin di samping kiri atau di bagian 
download  file di atas


BAB I

PENDAHULUAN

 

A.      Konteks Penelitian

Etika adalah bagian dari ilmu filsafat yang mengatur tentang cara hidup manusia dalam berinteraksi dengan manusia lainnya yang memiliki tujuan utama mengatur hidup manusia. Etika adalah aturan-aturan yang mengatur dan menilai baik atau buruknya perbuatan manusia atau benar atau tidaknya sikap dan perilaku manusia serta perbuatan manusia dalam berinteraksi dengan manusia lainnya dan yang berhubungan dengan kewajiban dan larangan-larangan yang harus dihindari oleh seseorang atau sekelompok orang. Etika menilai bagaimana cara manusia seharusnya bersikap, berperilaku, dan perbuatan yang harus dilakukan agar tidak melanggar aturan-aturan yang berlaku di masyarakat.[1] Etika dan komunikasi memiliki hubungan yang sangat erat di antaranya yaitu, “etika merupakan studi tentang sifat umum moral dan pilihan-pilihan moral spesifik yang harus dibuat orang.[2]

Dalam ilmu filsafat menjelaskan bahwa, etika merupakan ilmu yang mempelajari tentang apa yang harus dilakukan oleh orang atau sekelompok orang dalam berinteraksi dengan masyarakat atau biasa disebut dengan ilmu yang mempelajari tentang adat istiadat atau kebiasaan orang pada umumnya. Sedangkan dalam kamus besar Bahasa Indonesia menjelaskan bahwa etika merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang aturan-aturan dalam membentuk karakter manusia. Etika memiliki tiga pengertian pokok di antaranya, yaitu ilmu tentang apa yang baik dan kewajiban moral, kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak, dan nilai yang mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.[3]

Jadi etika dapat diartikan sebagai nilai-nilai atau norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tindaktanduk kepribadiannya (tingkah lakunya) dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat mengetahui perbuatan mana yang benar dan perbuatan mana yang buruk.

Etika komunikasi  mencoaba untuk mengelaborasi standar etis yang digunakan oleh komunikator dan komunikan. Etika komunikasi sangat penting untuk dipelajari dan diterapkan dalam kehidupan bersosial terlebih dalam lingkungan sekolah. Sekolah merupakan salah satu lembaga yang di dalamnya terjalin hubungan sosial antar berbagai pihak baik itu dari kepala sekolah, guru, siswa. keamanan sekolah, dan lain sebagainya yang terikat dengan sekolah tersebut. Lebih spesifik lagi hubungan sosial antara guru dengan siswa yang perlu dibangun ialah menciptakan etika komunikasi yang baik agar nantinya tercipta apa yang diharapkan bersama.

Oleh karena itu guru sebagai pendidik dan sebagai penanggung jawab penuh terhadap anak didiknya di sekolah maka perlu dan harus dengan sekuat tenaga memberikan yang terbaik dalam kinerjanya. Upaya guru dalam menciptakan etika komunikasi yang baik dengan siswa sangatlah dibutuhkan agar tercapai suatu proses pembelajaran dan pengelolaan lembaga yang baik dan benar berdasarkan undang-undang yang diberlakukan bersama.

Menurut Islam, komunikasi hendaknya dalam rangka mewujudkan keadilan, kejujuran, kesederhanaan, keberanian, kedamaian, etos kerja, amanah, kritis, (prinsip tawashau bilhaq dan tawashau bi as-sabr), amar ma’ruf dan nahi munkar sehingga media masa Islam harus dapat mewujudkan transfer of knowledge untuk terciptanya level wisdom tertentu dengan memanfaatkan berbagai media yang ada serta dibingkai oleh kerangka wisdom juga.[4]

MI Bustanul Mubtadiin Proppo Pamekasan merupakan lembaga yang sudah terakreditasi B. Walaupun lembaga ini merupakan lembaga swasta tetapi sekolah tersebut selalu diminati oleh para peserta didik dari bermacam-macam desa dan sekolah tersebut juga menunjukkan kualitas yang sangat bagus. Dari pengamatan pertama penulis bahwasannya di Lembaga MI Bustanul Mubtadiin ini ada beberapa siswa yang sempat terlihat oleh penulis dapat berkomunikasi dengan  baik, sehingga tidak heran banyak warga ataupun orang tua dari berbagai daerah menyekolahkan putra-putrinya di lembaga tersebut, dan juga dikarenakan siswa-siswi yang sudah lulus dari lembaga tersebut yang saya amati dari segi etika juga mendapatkan apresiasi dan pengakuan baik di masyarakat luas.

Dari pengamatan awal penulis, MI Bustanul Mubtadiin merupakan sekolah yang belum dikenal oleh masyarakat luar dikarenakan fasilitas dan kualitasnya belum maksimal. Oleh karena itu di lapangan penulis menemukan masalah yang berhubungan dengan cara komunikasi yang kurang baik antara guru dan siswa. Beberapa siswa di MI Bustanul Mubtadiin ada yang masih menggunakan bahasa yang tidak baku (tidak formal). Mereka bertutur kata kepada gurunya tidak menggunakan bahasa yang baku terlebih mereka berkata dengan menggunakan bahasa madura tanpa memakai bahasa enggi bunten (bhesa alos). Sehingga sekolah yang amat disegani masyarakat tersebut dengan adanya permasalahan di atas nantinya dapat mempengaruhi terhadap daya tarik masyarakat kepada sekolah tersebut.

Oleh karena itu, penulis tertarik untuk meneliti bagaimana upaya guru dalam menciptakan etika komunikasi yang baik dengan siswa di MI Bustanul Mubtadiin Proppo yang menyebabkan lembaga tersebut mengalami perkembangan yang signifikan dari segi sarana prasarana, jumlah siswa, program dan juga terakreditasi “B” sehingga lembaga tersebut mampu menarik minat masyarakat untuk menyekolahkan  putra-putrinya di lembaga tersebut .

Atas dasar konteks penelitian di atas, maka peneliti tertarik melaksanakan penelitian “Upaya Guru dalam menciptakan etika komunikasi yang baik dengan siswa di MI Bustanul Mubtadiin Proppo Pamekasan”.

 

B.       Fokus Penelitian

Dari uraian latar belakang di atas, maka penulis dapat merumuskan permasalahan sebagai berikut:

1.      Bagaimana upaya guru dalam menciptakan etika komunikasi yang baik dengan siswa di MI Bustanul Mubtadiin Proppo Pamekasan?

2.      Apa saja faktor-faktor pendukung dan penghambat guru dalam menciptakan etika komunikasi yang baik dengan siswa di MI Bustanul Mubtadiin Proppo pamekasan?

3.      Bagaimana gambaran keberhasilan guru dalam menciptakan etika komunikasi yang baik dengan siswa di MI Bustanul  MubtadiinProppo pamekasan?

 

C.      Tujuan Penelitian

Berdasarkan pada rumusan masalah diatas, maka penulis akan merumuskan penelitian ini dengan tujuan sebagai berikut:

1.        Untuk mendeskripsikan upaya guru dalam menciptakan etika komunikasi yang baik dengan siswa di MI Bustanul Mubtadiin Proppo Pamekasan

2.        Untuk mendeskripsikan faktor-faktor pendukung dan penghambat guru dalam menciptakan etika komunikasi yang baik dengan siswa di MI Bustanul Mubtadiin Proppo Pamekasan.

3.        Untuk mendeskripsikan gambaran keberhasilan guru dalam menciptakan etika komunikasi yang baik dengan siswa di MI Bustanul MubtadiinProppo Pamekasan.

 

D.      Kegunaan Penelitian

Hasil dari penelitian ini diharapkan bisa memberikan kontribusi dalam upaya menciptakan etika berkomunikasi, khususnya pada guru dan siswa baik dalam proses pembelajaran maupun di luar pembelajaran.

1.        Bagi Kepala MI Bustanul Mubtadiin Proppo Pamekasan

Sebagai dasar dalam memberikan acuan kepada para guru dalam membentuk mentalitas dan membangun etika komunikasi yang baik kepada bawahannya khususnya guru .

2.        Bagi Guru MI Bustanul Mubtadiin Proppo Pamekasan

Sebagai bahan evaluasi dalam menciptakan contoh suri tauladan yang baik terhadap siswa-siswinya ataupun anak didiknya.

3.        Bagi siswa MI Bustanul Mubtadiin Proppo Pamekasan

Penelitian ini  diharapkan menjadi contoh bagi siswa dalam meningkatkan tata cara berkomunikasi terhadap guru maupun terhadap siswa-siswa yang lain agar tidak menimbulkan rasa permusuhan dan perpecahan.

4.        Bagi orang tua siswa MI Bustanul Mubtadiin Proppo Pamekasan

Memberikan pandangan dan pemahaman akan pentingnya pendidikan agar kelak bisa menjadi lulusan terbaik dengan berlandaskan pada etika yang baik.

5.        Bagi IAIN Madura

Sebagai sumbangan bagi perpustakaan IAIN madura, sebagai input yang sangat penting tentang temuan ilmiah dan koleksi yang dapat dijadikan tambahan referensi tentang upaya guru dalam menciptakan etika komunikasi yang baik dengan siswa.

 

E.       Definisi Istilah

Ada beberapa istilah yang perlu penulis didefinisikan secara operasional agar pembaca memiliki pemahaman yang sejalan dengan memahami istilah yang digunakan dalam penelitian ini.

Upaya guru merupakan usaha seorang guru untuk mencapai suatu tujuan  yang hendak dicapai.

Etika komunikasi yang baik dengan siswa merupakan sesuatu yang dapat menunjukkan atau juga berbentuk bimbingan yang dapat membentuk karakter siswa sehingga siswa tersebut bisa beretika yang baik ketika berkomunikasi dengan guru

Berdasarkan definisi di atas, maka upaya guru dalam menciptakan etika komunikasi yang baik dengan siswa merupakan bagaimana atau tahapan guru dalam menciptakan etika komunikasi yang baik dengan siswa supaya dalam proses komunikasi tersebut tidak terjadi miskomunikasi baik di dalam maupun di luar kelas.

 

F.       Kajian Penelitian Terdahulu

1.        Penelitian pertama oleh Nurul Hidayat pada tahun 2012 dengan judul “Pengaruh Efektifitas komunikasiGuru Terhadap Aktifitas Pembelajaran siswa di Madrasah Aliyah Bustanul Ulum Desa Sejati Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang”

Hasil penelitian pertama oleh Nurul Hidayat pada tahun 2012 dengan judul “Pengaruh Efektifitas komunikasiGuru Terhadap Aktifitas Pembelajaran siswa di Madrasah Aliyah Bustanul Ulum Desa Sejati Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang” diperoleh beberapa penemuan. Peneliti menjelaskan bahwa komunikasi merupakan transmisi informasi, gagasan emosi, keterampilan, dan sebagainya dengan menggunakan simbol-simbol, kata-kata, gambar, grafik, dan sebagainya.

Untuk mencapai interaksi belajar dibutuhkan komunikasi antara guru dan murid serta memadukan keduanya. Pola komunikasi yang digunakan untuk mengembangkan interaksi antara guru dengan murid ada tiga macam yaitu komunikasi satu arah, komunikasi dua arah, dan komunikasi banyak arah.[Nurul Hidayat, “Pengaruh Efektifitas Ko  munikasi Guru Terhadap Aktifitas Pembelajaran Siswa di Madrasah Aliyah Bustanul Ulum Desa Sejati Kecamatan Camplong Kabupaten Pamekasan, (Skripsi IAIN Madura, Pamekasan, 2012).

Perbedaan penelitian sebelumnya dengan penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Nurul Hidayat lebih mengarah pada pengaruh efektifitas komunikasi guru terhadap aktifitas pembelajaran siswa di Madrasah Aliyah Bustanul Ulum Desa Sejati Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang. Dan dalam penelitian tersebutpeneliti menggunakan penelitian kuantitatif.

Sementara pada penelitian ini lebih terfokus pada upaya guru dalam menciptakan etika komunikasi yang baik dengan siswa di MI Bustanul Mubtadiin Proppo.  Penelitian ini tidak hanya melibatkan siswa saja akan tetapi guru juga ikut andil dalam penelitian ini, dan guru memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan dan meningkatkan etika komunikasi di dalam lembaga tersebut. Dan penelitian ini cangkupannya lebih luas tidak hanya dalam proses komunikasi belajar mengajar di dalam kelas melainkan juga diluar kelas.

2.        Hasil penelitian kedua yang dilakukan oleh Cynthia Ariyani dengan judul “Peran Guru PAI dalam Menciptakan Komunikasi yang Efektif dengan Siswa pada Pembelajaran PAI di SMP Dua Mei Ciputat”.

Pada penelitian kedua tersebut peneliti membahas mengenai peran guru PAI dalam menciptakan komunikasi yang efektif dengan siswa sementara pada penelitian ini peneliti membahas mengenai upaya guru dalam menciptakan etika komunikasi yang baik dengan siswa. Penelitian ini juga sama-sama menggunakan penelitian kualitatif. [Cynthia Ariyani,”Peran Guru PAI Dalam Menciptakan Komunikasi Yang Efektif dengan Siswa Pada Pembelajaran PAI di SMP Dua Mei Ciputat”. (Skripsi).



[1] Muhammad Mufid, Etika dan Filsafat Komunikasi (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2009), 174.

[2] Tata Taufik, Etika Komunikasi Islam (Bandung: Pustaka setia, 2012), 49.

[3] Mufid, Etika.., 173.

[4] Taufik, Etika.., 15.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak