Trending

MAKALAH PID,UNWANTED PREGNANCY DAN ABORSI,SKRING UNTUK KEGANASANDAN PENYAKIT SISTEMATI


 MAKALAH PID,UNWANTED PREGNANCY DAN ABORSI,SKRING UNTUK KEGANASANDAN PENYAKIT SISTEMATI



BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Penyakit radang panggul (PID) adalah infeksi rahim ,saluran tuba dan organreproduksi lainnya yang menyebabkan gejala seperti nyeri perut bawah. Ini merupakan komplikasi serius dari beberapa penyakit menular seksual (PMS). Terutama klamidia dan gonore. PID dapat merusak tuba dan jaringan di dekat uterus dan ovarium.PID dapat menyebabkan kemandulan, kehamilan ektopik, pembentukan abses dan nyeri panggul kronis.Pelvic inflammatory Setiap tahun di Amerika Serikat. diperkirakan bahwa lebih dari 750.000 wanita mengalami PID akut. Insidensi PID pada pengguna alat kontrasepsi dalam rahim(AKDR) adalah sekitar 9,38 per 1000 wanita di 20 hari setelah pemasangan. Namun,angka kejadian PID pada pengguna AKDR akan menurun menjadi 1,39 per 1000wanita pada satu tahun setelah pemasangan Angka PID pada pemakaian AKDR adalah sebanyak 1,4-1,6 kasus per 1000 wanita selama tahun pemakaian.Beberapa faktor merupakan risiko untuk penyebab PID antara lain hubungan seksual, prosedur kebidanan/kandungan (misalnya pemasangan AKDR, persalinan,aborsi), aktivitas seksual, berganti-ganti pasangan seksual, riwayat PID sebelumnya, proses menstruasi, dan kebiasaan menggunakan pembersih kewanitaan, dan lain-lain.Penelitian yang pernah dilakukan oleh Krisnadi menyebutkan bahwa sebagian besarPID disebabkan akibat hubungan seksual. Terdapat peningkatan jumlah penyakit inidalam 2-3 dekade terakhir berkaitan dengan beberapa faktor, termasuk diantaranya adalah peningkatan jumlah Penyakit Menular Seksual (PMS) dan penggunaan AKDR.Risiko terkena PRP pada pemakaian AKDR 1,5 – 10 kali lebih besar dibandingkan pemakaian kontrasepsi lain atau yang bukan pemakai sama sekali. 15% kasus penyakitini terjadi setelah tindakan operasi seperti biopsi endometrium, kuret, histeroskopi

 

Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) adalah suatu kehamilan yangoleh karena suatu sebab maka keberadaannya tidak diinginkan atau diharapkan oleh salah satu atau kedua-duanya calon orang tua bayi tersebut. Kehamilan jika diinginkan merupakan proses yang sehat dan jika kehamilan itu tidak diinginkan, ia merupakan suatu penyakit.Kehamilan merupakan suatu proses faal yang secara normal terjadi pada manusia sebagai insting untuk mempertahankan keturunannya di bumi. Oleh karenanya kehamilan sebagai tanda akan hadirnya anggota baru dan penerusketurunan, pada umumnya akan disambut dengan gembira.  Kegembiraan itu sendiri yang sering menutupi resiko yang dihadapi oleh perempuan hamil.

Mereka pada umumnya, tidak sadar bahwa kehamilan dapat mempengruhi kesehatan bahkan dapat mengancam jiwa si calon ibu. Dan ternyata tidak semua kehamilan disambut dengan kegembiraan oleh orang tuanya. Karena remaja atau calon ibu merasa tidak ingin dan tidak siap untuk hamil maka ia bisa saja tidak mengurus dengan baik kehamilannya. Yang seharusnya ia mengkonsumsi   minuman,   makanan,   vitamin   yang   bermanfaat   bagi

pertumbuhan   janin   dan   bayi   nantinya   bisa   saja   hal   tersebut   tidak dilakukannya. Selain itu, mereka juga akan mengakhiri kehamilannya atau sering disebut sebagai aborsi. Di Indonesia aborsi dikategorikan sebagai tindakan ilegal atau melawan hukum.

 

Leher Rahim adalah bagian dari sistim reproduksi wanita. Ia adalah bagian bawah yang sempit dari rahim atau kandungan ( uterus atau womb). Rahim adalah organ berongga yang berbetuk buah per pada perut bagian bawah. Mulut rahim (cervix) menghubungkan rahim (kandungan) ke vagina. Vagina menjurus pada bagian luar tubuh.

 Kanker mulai didalam sel-sel, blok-blok bangunan yang menyusun jaringan-jaringan. Jaringan-jaringan menyusun organ-organ tubuh. Secara normal, sel-sel tumbuh dan membelah untuk membentuk sel-sel baru ketika tubuh membutuhkan mereka. Ketika sel-sel tumbuh menjadi tua, mereka mati, dan sel-sel baru mengambil tempat mereka.

Kadangkala, proses yang teratur ini berjalan salah. Sel-sel baru terbentuk ketika tubuh tidak memerlukan mereka, dan sel-sel tuatidak mati ketika mereka seharusnya mati. Sel-sel ekstra ini dapat membentuk massa dari jaringan yang disebut pertumbuhan atau tumor.

Ketika kanker menyebar dari tempat asalnya ke bagian lain tubuh, tumor baru mempunyai macam yang sama dari sel-sel yang abnormal dan nama yang sama seperti tumor primernya. Contohnya, jika kanker leher rahim menyebar ke paru-paru, sel-sel kanker didalam paru-paru sebenarnya adalah sel-sel kanker leher rahim. Penyakitnya adalah kanker leher rahim yang metastatik, bukan kanker paru-paru. Untuk sebab ini, ia dirawat sebagai kanker leher rahim, bukan kanker paru-paru. Dokter-dokter menyebut tumor baru penyakit "jauh" atau metastatik.

 

1.2  Rumusan Masalah

1.      Apa Pengertian PID,unwated dan aborsi,skrining untuk keganasan penyakit sistematik ?

2.      Apa Etologi PID,unwated dan aborsi,skrining untuk keganasan penyakit sistemati

3.      Apa patologi PID,unwated dan aborsi,skrining untuk keganasan penyakit sistematik ?

4.      Apa resiko terjadi PID,unwated dan aborsi,skrining untuk keganasan penyakit sistematik ?

5.      Apa Tanda dan Gejala PID,unwated dan aborsi,skrining untuk keganasan penyakit sistematik ?

6.      Apa pencegahan PID,unwated dan aborsi,skrining untuk keganasan penyakit sistemati ?

7.      Apa penanganan PID,unwated dan aborsi,skrining untuk keganasan penyakit sistemati ?

1.3  Tujuan Masalah

1.      Untuk mengetahui Pengertian PID,unwated dan aborsi,skrining untuk keganasan penyakit sistematik ?

2.      Untuk mengetahui Etologi PID,unwated dan aborsi,skrining untuk keganasan penyakit sistemati

3.      Untuk mengetahui patologi PID,unwated dan aborsi,skrining untuk keganasan penyakit sistematik ?

4.      Untuk mengetahui resiko terjadi PID,unwated dan aborsi,skrining untuk keganasan penyakit sistematik ?

5.      Untuk mengetahui Tanda dan Gejala PID,unwated dan aborsi,skrining untuk keganasan penyakit sistematik ?

6.      Untuk mengetahui pencegahan PID,unwated dan aborsi,skrining untuk keganasan penyakit sistemati ?

7.      Untuk mengetahui penanganan PID,unwated dan aborsi,skrining untuk keganasan penyakit sistemati ?

 

BAB II

TINJAUAN TEORI

A.    Pengertian PDI : Pelvic Inflammatory Disease

1.      Penyakit Radang Panggul (PID: Pelvic Inflammatory Disease)

adalah infeksi padalat genital atas. Proses penyakitnya dapat meliputi endometrium, tubafalopii, ovarium, miometrium, parametria, dan peritonium panggul. PID adalah infeksi yang paling peting dan merupakan komplikasi infeksi menular seksual yang paling biasa (Sarwono,2011; h.227)

2.      Etiologi

·      Faktor-faktor Penyebab Pelvic Inflamatory Disease ( PID)

Penyakit radang panggul terjadi apabila terdapat infeksi pada saluran genital bagian bawah, yang menyebar ke atas melalui leher rahim. Butuh waktu dalam hitungan hari atau minggu untuk seorang wanita menderita penyakit radang panggul. Bakteri penyebab tersering adalah N. Gonorrhoeae dan Chlamydia trachomatis yang menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan sehingga menyebabkan berbagai bakteri dari leher rahim maupun vagina menginfeksi daerah tersebut. Kedua bakteri ini adalah kuman penyebab PMS. Proses menstruasi dapat memudahkan terjadinya infeksi karena hilangnya lapisan endometrium yang menyebabkan berkurangnya pertahanan dari rahim, serta menyediakan medium yang baik untuk pertumbuhan bakteri (darahmenstruasi).

3.      Patologi

PID di sebabkan oleh penyebaran mikroorganisme secara asenden ke traktusgenital atas dari vagiana dan serviks. Mekanisme pasti yang bertanggung jawab atas penyebaran tersebut tidak diketahui, namun aktifitas seksual mekanis dan pembukaanserviks selama menstruasi mungkin berpengaruh.Banyak kasus PID timbul dengan 2 tahap :

·         Tahap Pertama : melibatkan akuisisi dari vagiana atau infeksi servikal.Penyakit menular seksual yang menyebabkan mungkin asimptomatik

·         Tahap Ke dua : Timbul oleh penyebaran asenden langsung mikroorganisme dari vagina dan serviks.Mukosa serviks menyediakan barrier fungsional melawan penyebaran ke atas,namun efek dari barrier ini mungkin berkurang akibat pengaruh perubahan hormonalyang timbul selama ovulasi dan menstruasi. Gangguan suasana servikovaginal dapat timbul akibat terapi antibiotic dan penyakit menular seksual yang dapat menggagukeseimbangan flora endogen. Menyebabkan organisme nonpatogen bertumbuh secara berlebihan dan bergerak ke atas. Pembukaan serviks selama menstruasi dengan aliranmenstrual yang retrograd dapat memfasilitasi pergerakan asenden dari mikroorganisme. Hubungan seksual juga dapat menyebabkan infeksi asenden akibatdari kontraksi uterus mekanis dan ritmik. Bakteri dapat terbawa bersama spermamenuju uterus dan tuba.

4.      Faktor Resiko

Terdapat beberapa faktor resiko PID , namun yang utama adalah aktivitas seksual.PID yang timbul setelah periode menstruasi pada wanita dengan aktivitas seksual berjumlah sekitar 85% sedangkan 15% di sebabkan karena luka pada mukosa misalnya AKDR atau kuretaseResiko juga meningkat berkaitan dengan jumlah pasangan seksual. Wanita dengan lebih banyak dari 10 pasangan seksual cenderung memiliki pningkatan resiko sebesar 3kali lipat.Usia muda juga merupakan salah satu faktor resiko yang di sebabkan oleh kurangnya kestabilan hubungan seksual dan mungkin oleh kurangnya imunitas.

Faktor resiko lainnya yaitu pemasangan alat kontrasepsi, etnik, status postmaterial dimana resiko meningkat 3 kali di banding yang tidak menikah, infeksi bacterialvaginosis, dan merokok. Peningkatan resiko PID di temukan pada etnik berkulit putihdan pada golongan sosio ekonomi rendah. PID sering muncul pada usia 15 – 19 tahundan pada wanita yang pertama kali berhubungan seksual.

5.      Tanda Gejala pelvic inflammatory disesase

1.      Nyeri panggul atau perut bagian bawah

2.      Nyeri ketika buang air kecil

3.      Nyeri saat berhubungan seksual (dispareunia)

4.      Keluar perdarahan di luar menstruasi atau setelah berhubungan seksual

5.      Menstruasi menjadi lebih deras dan lebih lama (menorrhagia)

6.      Mual dan muntah

7.      Demam

8.      Mudah merasa lelah atau tidak enak badan

9.      Keputihan menjadi lebih banyak, berbau tak sedap, serta berubah warna menjadi kekuningan atau kehijauan

6.       

7.      Jenis – Jenis PID

Beberapa jenis inflamasi yang termasuk PID yang sering ditemukan adalah :

a)      Salpingitismikroorganisme yang menyebabkan salpingitis adalah N. Gonorhea dan Ctrachomatis. Salpingitis timbul pada remaja yang memiliki pasangan seksual yang multiple dan tidak menggunakan kontrasepsi.

b)      Abses tuba ovariumAbses ini sering muncul setelah salfingitis namun lebih sering karena infeksiadnexa yang berulang.pasian dalam keadaan asimtomatik atau dalam keadaanseptic syok, bitemukan 2 minggu setelah menstruasi denga nyeri pelvis dan abdomen, mual, muntah, demam dan takikardi. Seluruh abdomen tegang dan nyeri

8.      Derensial Diagnosa

a)      Tumor adnexa

b)      Apendicitis

c)      Servicitis

d)     Kista ovarium

e)      Tersio ovarium

f)       Aborsi spontan

g)      Infeksi saluran kemih

h)      Kehamilan ektopik

i)        Endometriosis.

 

B.     Pengerti Unwanted Pregnancy dan Aborsi

1.      Unwanted Pregnancy dan Aborsi atau dikenal sebagai kehamilan yang tidak diinginkan merupakan suatu kondisi dimana pasangan tidak menghendaki adanya proses kelahiran dari suatu kehamilan. Kehamilan ini bisa merupakan akibat dari suatu perilaku seksual/hubungan seksual baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.

2.      Faktor-faktor Penyebab Unwanted Pregnancy

Banyak faktor yang menyebabkan unwanted preganancy, antara lain:         

a)      Penundaan dan peningkatan usia perkawinan, serta semakin dininya usia menstruasi pertama (menarche).

b)      Ketidaktahuan atau minimnya pengetahuan tentang perilaku seksual yang dapat menyebabkan kehamilan.

c)      Kehamilan yang diakibatkan oleh pemerkosaan.

d)     Persoalan ekonomi (biaya untuk melahirkan dan membesarkan anak).

e)      Alasan karir atau masih sekolah (karena kehamilan dan konsekuensi lainnya yang dianggap dapat menghambat karir atau kegiatan belajar).

f)       Kehamilan karena incest.

g)      pergaulan bebas tanpa kendali orang tua yang menyebabkan remaja merasa bebas untuk melakukan apa saja yang diinginkan.

h)      Perkembangan teknologi media komunikasi yang semakin canggih yang memperbesar kemungkinan remaja mengakses apa saja termasuk hal-hal yang negatif.

i)        meraba-raba tubuh pasangannya dan menonton video porno.

3.      Akibat Unwanted Pregnancy

Beberapa risiko yang timbul akibat kehamilan yang tidak diinginkan sebagai berikut:

a)      Risiko Fisik

Kehamilan pada usia dini bisa menimbulkan kesulitan dalam persalinan seperti perdarahan, bahkan bisa sampai pada kematian.

b)      Risiko Psikis atau Psikologis

Ada kemungkinan pihak perempuan menjadi ibu tunggal karena pasangan tidak mau menikahinya atau mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kalau mau menikah, hal ini bisa juga mengakibatkan perkawinan bermasalah dan penuh konflik karena sama-sama belum dewasa dan siap memikul tanggung jawab sebagai orang tua. Selain itu, pasangan muda terutama pihak perempuan akan dibebani oleh berbagai perasaan tidak nyaman seperti dihantui rasa malu terus-menerus, rendah diri, bersalah atau berdosa, depresi atau tertekan, pesimis dan lain-lain. Bila tidak ditangani dengan baik, maka perasaan tersebut bisa menjadi gangguan kejiawaan yang lebih parah.

c)      Risiko Sosial

Salah satu risiko sosial adalah berhenti/putus sekolah atau kemauan sendiri dikarenakan rasa malu atau cuti melahirkan. Kemungkinan lain dikeluarkan dari sekolah. Hingga saat ini masih banyak sekolah yang tidak mentolerir siswi yang hamil. Risiko sosial lain adalah menjadi objek pembicaraan, kehilangan masa remaja yang seharusnya dinikmati dan dianggap buruk karena melahirkan anak di luar nikah. Di Indonesia, melahirkan anak di luar nikah masih sering menjadi beban orang tua.

d)     Risiko Ekonomi

Merawat kehamilan, melahirkan dan membesarkan bayi/anak membutuhkan biaya besar.

 

4.      Penanganan Kasus Unwanted Pregnancy (KTD) pada Remaja

Saat menemukan kasus unwanted pregnancy pada remaja, sebagai petugas kesehatan harus:

1)      Bersikap bersahabat dengan remaja.

2)      Memberikan konseling pada remaja dan keluarganya.

3)      Apabila ada masalah yang serius agar diberikan jalan keluar yang terbaik dan apabila belum bisa terselesaikan supaya dikonsultasikan kepada dokter ahli

4)      Memberikan alternatif penyelesaian masalah apabila terjadi kehamilan pada remaja, yaitu:

·         Diselesaikan secara kekeluargaan.

·         Segera menikah.Konseling kehamilan, persalinan dan keluarga berencana.

·         Pemeriksaan kehamilan sesuai standar.

·         Bila ada gangguan kejiwaan, rujuk ke psikiater.

·         Bila ada risiko tinggi kehamilan, rujuk ke SpOG.

·         Bila tidak terselesaikan dengan menikah, anjurkan pada keluarga supaya menerima dengan baik.

·         Bila ingin melakukan aborsi, berikan konseling risiko aborsi.

 

C.     Pengerti aborsi

1.      Aborsi merupakan upaya terminasi kehamilan dengan alasan sosial, ekonomi dan kesehatan. Secara medis, aborsi adalah berakhir atau gugurnya kehamilan sebelum kandungan mencapai usia 20 minggu, yaitu sebelum janin dapat hidup di luar kandungan secara mandiri.

2.      Macam _ Macam  Aborsi

a.       Aborsi spontan/alamiahBerlangsung tanpa tindakan apapun, kebanyakan disebabkan karena kurang baiknya kualitas sel telur dan sel sperma.

b.      Aborsi buatan Adalah pengakhiran kehamilan sebelum usia kandungan 28 minggu sebagaisuatu akibat tindakan yang disengaja dan disadari oleh calon ibu maupun si pelaksana aborsi (dokter, bidan, dukun beranak).

c.       Aborsi terapeutik/medisAdalah pengguguran kandungan buatan yang dilakukan atas indikasi medik.Sebagai contoh calon ibu yang sedang hamil tetapi mempunyai penyakit darahtinggi menahun atau penyakit jantung yang parah yang dapat membahayakan baik calon ibu maupun janin yang dikandungannya, tetapi ini semua atas pertimbangan medis yang matang dan tidak tergesa-gesa.F.

3.      Penyebab terjadinya Aborsi

a.       Keluarga yang tidak siap menerima kehamilan, misal : karena tidak ber-KB ataugagal ber-KB, membatasi jumlah anak, jarak kehamilan yang terlalu pendek.

b.      Keluarga yang dikarenakan memiliki ekonomi pas-pasan sehingga cenderung bersikap menolak kelahiran anak.

c.       Masyarakat cenderung menyisihkan dan menyudutkan wanita yang hamil di luarnikah, baik secara sengaja ataupun pada kasus perkosaan. Wanita selaludisalahkan, tidak ditolong atau dibesarkan jiwanya tetapi malah ditekan dandisudutkan sehingga dalam reaksinya wanita tersebut akan melakukan aborsi

d.      Ada aturan perusahaan yang tidak memperbolehkan karyawatinya hamil(meskipun punya suami) selama dalam kontrak dan kalau ketahuan hamil akandihentikan dari pekerjaannya.

e.       Pergaulan yang sangat bebas bagi remaja yang masih duduk di bangku sekolah,misal SMA, mengakibatkan kecelakaan dan membuahkan kehamilan. Karenamerasa malu, dengan teman-temannya, takut kalau kesempatan belajarnyaterhenti dan barangkali masa depannya pun menjadi buruk. Ditambah dengantekanan masyarakat yang menyisihkan sehingga akhirnya ia melakukan aborsisupaya tetap eksistensi di masyarakat dan dapat melanjutkan sekolah.

f.       Dari segi medis diketahui umur reproduksi sehat antara 20-35 tahun. Bila seorangwanita hamil di luar batasan umur itu akan masuk dalam kriteria risiko tinggi.Batasan ini sering menakutkan, sehingga perempuan yang mengalaminya lebihmenjurus menolak kehamilannya dan ujung-ujungnya akan melakukan aborsi.

g.      Pandangan sebagian orang bahwa tanda-tanda kehidupan janin antara lain adanyadetak jantung yakni umur sekitar tiga bulan. Maka hal ini akan memicu seorangwanita yang mengalami suatu masalah akan melakukan aborsi dengan alasan usia bayi belum sampai

4.      Dampak Aborsi

1)      Banyak remaja memilih untuk mengakhiri kehamilan bila hamil. Jika dinegara maju yang melegalkan aborsi, bila dilakukan secara aman oleh dokter atau bidan berpengalaman. Di negara kita lebih sering dilakkukan dengan cara tidak aman bahkan tidak lazim oleh dukun aborsi bisa mengakibatkan dampak negatif secarafisik, psikis dan sosial terutama bila dilakukan secara tidak aman.

2)      Risiko FisikPerdarahan dan komplikasi lain merupakan salah satu risiko aborsi. Aborsiyang berulang selain bisa mengakibatkan komplikasi juga bisa menyebabkankematian. Aborsi yang dilakukan secara tidak aman bisa mengakibatkankematian.

3)      Risiko PsikisPelaku aborsi sering kali mengalami perasaan-perasaan takut, panik, tertekanatau stres, trauma mengingat proses aborsi dan kesakitan. Kecemasan karena bersalah, atau dosa akibat aborsi bisa berlangsung lama. Selain itu pelaku aborsi juga sering kehilangan kepercayaan diri

5.      Risiko yang timbul bila kehamilan diakhiri (aborsi):

a.       Risiko kesehatan dan keselamatan fisik

Pada saat melakukan dan setelah melakukan aborsi, ada beberapa risiko yang akan dihadapi seorang wanita, diantaranya:

·         Kematian mendadak karena perdarahan hebat atau karena pembiusan yang gagal.

·         Kematian secara lambat akibat infeksi serius di sekitar kandungan.

·         Rahim yang sobek (uterine perforation).

·         Kerusakan leher rahim akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya.

·         Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita), kanker indung telur (ovarian cancer), kanker leher rahim (cervical cancer), dan kanker hati (liver cancer).

·         Kelainan pada plasenta (placenta previa).

·         Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (ectopic pregnancy).

·         Infeksi rongga panggul dan infeksi pada lapisan rahim (endometriosis).

b.      Risiko psikologis

·         Perasaan sedih karena kehilangan bayi.

·         Beban batin akibat timbulnya perasaan bersalah.

·         Penyesalan yang dapat mengakibatkan depresi.

·         Kehilangan harga diri.

·         Trauma berhubungan seksual.

·         Hilangnya kepercayaan diri.

c.       Risiko psikososial

·         Diasingkan oleh masyarakat.

·         Tekanan dari masyarakat akan keberadaannya.

·         Dikucilkan dari keluarga.

·         Mendapat celaan dari orang-orang di sekitar.

d.      Risiko masa depan remaja dan janin yang dikandung

·         Timbulnya gangguan kesuburan atau infertilitas.

·         Menjalani hidup di penjara bila diketahui melakukan aborsi.

·         Masa depan yang suram.

·         Masa depan janin sendiri terputus seketika saat aborsi itu dilakukan.

6.      Dampak melakukan aborsi pada remaja antara lain:I

a)      nfeksi alat reproduksi karena kuretase yang dilakukan secara tidak steril. Hal ini dapat membuat remaja mengalami kemandulan di kemudian hari setelah menikah.

b)      Perdarahan sehingga kemungkinan besar mengalami syok akibat perdarahan dan gangguan neurologis/saraf di kemudian hari. Selain itu, perdarahan tersebut dapat menyebabkan tingginya risiko kematian ibu atau janin, atau kedua-duanya.

c)      Oleh karena keadaan rahim yang belum cukup kuat untuk menyangga kehamilan serta kemungkinan persalinan yang sulit, risiko terjadinya rupture uterus (sobek rahim) dan penipisan dinding rahim akibat kuretase sangat besar. Hal tersebut dapat menyebabkan risiko kemandulan karena rahim yang sobek harus diangkat seluruhnya, risiko infeksi, risiko syok hipovolemik sehingga menyebabkan risiko kematian ibu, anak, atau keduanya.

d)     Terjadinya fistula genital traumatis. Fistula genital adalah timbulnya suatu saluran/hubungan yang secara normal tidak ada, antara saluran genital dan saluran kencing atau saluran pencernaan.

D.    Pengertian skirining untuk keganasan penyakit sitemik              

1.      Skrining adalah pemeriksaan terhadap sejumlah besar orang untuk mengungkap karakteristik tertentu atau penyakit yang tidakdiketahui seperti fenilketonuria atau hipotiroidisme padaneonatus dan Fluroskopi ( Kamus Kebidanan ).

·         Skrining sama artinya dengan deteksi dini atau pencegahansekunder, mencakup pemeriksaan (tes) pada orang-orang yangbelum mempunyai simptom-simptom penyakit untuk menemukanpenyakit.

2.      Tujuan Pemeriksaan

·         Deteksi dini dan diagnosis kanker serviks.

·         Mengetahui perubahan perkembangan sel leher rahim, sampai mengarah pada pertumbuhan sel kanker sejak dini.

3.      Penyebab skirining untuk keganasan penyakit sistemik

 

Studi-studi telah menemukan sejumlah faktor-faktor yang mungkin meningkatkan risiko kanker leher rahim. Faktor-faktor ini mungkin bekerja bersama untuk bahkan lebih meningkatkan risiko:

1)      Human papillomaviruses (HPVs): Infeksi HPV adalah faktor risiko utama untuk kanker leher rahim. HPV adalah kelompok dari virus-virus yang dapat menginfeksi leher rahim (cervix). Infeksi-infeksi HPV adalah sangat umum. Viris-virus ini dapat ditularkan dari orang ke orang melalui kontak seksual. Kebanyakan dewasa-dewasa pernah terinfeksi dengan HPV pada suatu ketika dalam kehidupannya. Beberapa tipe-tipe HPV dapat menyebabkan perubahan-perubahan pada sel-sel leher rahim. Perubahan-perubahan ini dapat menjurus pada kutil-kutil genital (alat kemaluan), kanker, dan persoalan-persoalan lain. Dokter-dokter dapat memeriksa untuk HPV bahkan jika tidak ada kutil-kutil atau gejala-gejala lainnya.

2)       Ketiadaan dari tes-tes Pap secara teratur: Kanker leher rahim adalah lebih umum diantara wanita-wanita yang tidak mempunyai tes-tes Pap yang teratur (reguler). Tes Pap membantu dokter-dokter mencari sel-sel sebelum bersifat kanker (precancerous cells). Perawatan perubahan-perubahan leher rahim sebelum bersifat kanker seringkali mencegah kanker.

3)       Sistim imun yang melemah (sistim pertahanan alamiah tubuh): Wanita-wanita dengan infeksi HIV (virus yang menyebabkan AIDS) atau yang meminum obat-obat penekan sistim imun mempunyai risiko yang lebih tinggi dari rata-rata mengembangkan kanker leher rahim. Untuk wanita-wanita ini, dokter-dokter menyarankan screening secara teratur (regular screening) untuk kanker leher rahim

4)      Umur: Kanker leher rahim terjadi paling sering pada wanita-wanita berumur lebih dari 40 tahun.

5)       Sejarah seksual: Wanita-wanita yang telah mempunyai banyak mitra-mitra seksual mempunyai risiko yang lebih tinggi dari rata-rata mengembangkan kanker leher rahim. Juga, seorang wanita yang telah mempunyai hubungan seksual dengan seorang pria yang telah mempunyai banyak mitra-mitra seksual mungkin berisiko lebih tinggi mengembangkan kanker leher rahim. Pada kedua kasus-kasus, risiko mengembangkan kanker leher rahim lebih tinggi karena wanita-wanita ini mempunyai risiko infeksi HPV yang lebih tinggi dari rata-rata.

6)      Merokok: Wanita-wanita dengan infeksi HPV yang merokok mempunyai risiko kanker leher rahim yang lebih tinggi daripada wanita-wanita dengan infeksi HPV yang tidak merokok.

7)      Menggunakan pil-pil pengontrol kelahiran untuk waktu yang lama: Menggunakan pil-pil pengontrol kelahiran untuk waktu yang lama (5 tahun atau lebih) dapat meningkatkan risiko kanker leher rahim diantara wanita-wanita dengan infeksi HPV

8)      Mempunyai banyak anak: Studi-studi menyarankan bahwa melahirkan banyak anak-anak dapat meningkatkan risiko kanker leher rahim diantara wanita-wanita dengan infeksi HPV.

4.      Tanda dan gejala skirining untuk keganasan penyakit sistemik

Ketika penyakitnya memburuk, wanita-wanita dapat mencatat satu atau lebih dari gejala-gejala ini:

1)      Perdarahan vagina yang abnormal

2)       Perdarahan yang terjadi diantara periode-periode teratur menstruasi

3)       Perdarahan setelah hubungan seks, penyemprotan air, atau suatu pemeriksaan pelvic

4)       Periode-periode menstruasi yang berlangsung lebih lama dan lebih berat daripada sebelumny

5)       Perdarahan setelah menopause

6)      Kotoran vagina yang meningkat

7)       Nyeri Pelvic

8)        Nyeri sewaktu hubungan seks

5.      Pencegahan skiring untuk keganasan dan penyakit sistematik

Beberapa cara pencegahan yang dapat dilakukan sebagai berikut:

1)      Wanita diatas 25 tahun, telah menikah, dan sudah mempunyai anak perlu melakukan pemeriksaan papsmear setahun sekali atau menurut petunjuk dokter.

2)      Pilih kontrasepsi dengan metode barier, seperti diafragma dan kondom, karena dapat memberi perlindungan terhadap kanker serviks.

3)      Hindari hubungan seks pada usia muda dan jangan berganti-ganti pasangan seks.

Dianjurkan untuk berperilaku hidup sehat, seperti menjaga kebersihan alat kelamin dan tidak merokok.Perbanyak makan sayur dan buah segar.

6.      Kapan Periksa Di lakukan

·         Saat wanita berusia di atas 20 tahun yang telah menikah atau sudah melakukan senggama, dianjurkan sekali setahun secara teratur seumur hidup.

·         Bila pemeriksaan tahunan 3x berturut-turut hasilnya normal, pemeriksaan selanjutnya dapat dilakukan setiap 3 bulan.

7.      Kanker Serviks/Kanker Leher Rahim

·         Kanker yang paling banyak diderita wanita di dunia.

·         Di Indonesia merupakan jenis kanker terbanyak pada wanita.

·         Angka kematian yang tinggi karena sebagian penderita datang pada stadium lanjut.

·         Tidak terjadi secara tiba-tiba.

·         Prosesnya bertahap dan memerlukan waktu yang cukup lama, tetapi progresif.

·         Bermula dari kelainan sel yang mengalami mutasi, lalu berkembang menjadi sel diplastik sehingga terjadi kelainan epitel yang disebut displasia (lesi prakanker).

8.      Deteksi Dini

Deteksi dini dilakukan dengan pemeriksaan papsmear. Pemeriksaan ini berguna sebagai pemeriksaan penyaring (screening) dan pelacak adanya perubahan sel ke arah keganasan secara dini sehingga kelainan pra-kanker dapat terdeteksi serta pengobatannya menjadi lebih mudah dan murah. Bagi wanita yang berusia diatas 25 tahun yang telah menikah atau sudah melakukan senggama, dianjurkan untuk papsmear sekali setahun secara teratur seumur hidup. Bila pemeriksaan tahunan tiga kali berturut-turut hasilnya normal, pemeriksaan selanjutnya dapat dilakukan setiap tiga tahun. Pada wanita dengan risiko tinggi, pemeriksaan harus dilakukan sekali setahun atau sesuai petunjuk dokter.

Pemeriksaan ini mudah dikerjakan, cepat dan tidak sakit serta bisa dilakukan setiap saat, kecuali pada masa haid. Dua hari sebelum dilakukan pemeriksaan papsmear jangan menggunakan obat-obatan yang dimasukkan ke dalam liang senggama (vagina). Bila hasil pemeriksaan papsmear ditemukan adanya sel-sel epitel serviks yang bentuknya abnormal (displasia), harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

9.      Pengobatan

Bila ditemukan pada stadium dini, kesembuhan penyakit kanker serviks akan sempurna, hampir 100%. Pengobatan stadium pra-kanker dapat dilakukan dengan cara seperti krioterapi, vaporisasi laser, elektrokoagulasi diatermi, dan konisasi. Pengangkatan rahim (uterusz) total bisa dipertimbangkan bila sudah cukup anak. Setelah operasi pengangkatan rahim total, dilanjutkan dengan radioterapi. Kemoterapi dilakukan pula pada stadium lanjut yang telah bermetastasis jauh atau timbul kekambuhan (residif).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PUNUTUP

3.1 Kesimpulan

Penyakit Radang Panggul (PID: Pelvic Inflammatory Disease) adalah infeksi pada alat genital atas. Proses penyakitnya dapat meliputi endometrium, tubafalopii, ovarium, miometrium, parametria, dan peritonium panggul. PID adalah infeksi yang paling peting dan merupakan komplikasi infeksi menular seksual yang paling biasa (Sarwono,2011; h.227)

Pelvic Inflamatory Disease adalah suatu kumpulan radang pada saluran genital bagian atas oleh berbagai organisme, yang dapat menyerang endometrium, tuba fallopi, ovarium maupun miometrium secara perkontinuitatum maupun secara hematogen ataupun sebagai akibat hubungan seksual. (Yani,2009;h.45)

Pelvic Inflamatory Diseases (PID) adalah infeksi alat kandungan tinggi dari uterus, tuba, ovarium, parametrium, peritoneum, yang tidak berkaitan dengan pembedahan dan kehamilan. PID mencakup spektrum luas kelainan inflamasi alat kandungan tinggi termasuk kombinasi endometritis, salphingitis, abses tuba ovarian dan peritonitis pelvis. Biasanya mempunyai morbiditas yang tinggi. Batas antara infeksi rendah dan tinggi ialah ostium uteri internum (Marmi, 2013; h.198)

            Unwanted Pregnancy dan Aborsi atau dikenal sebagai kehamilan yang tidak diinginkan merupakan suatu kondisi dimana pasangan tidak menghendaki adanya proses kelahiran dari suatu kehamilan. Kehamilan ini bisa merupakan akibat dari suatu perilaku seksual/hubungan seksual baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.

            Skrining adalah pemeriksaan terhadap sejumlah besar orang untukmengungkap karakteristik tertentu atau penyakit yang tidakdiketahui seperti fenilketonuria atau hipotiroidisme padaneonatus danFluroskopi ( Kamus Kebidanan ).

Skrining sama artinya dengan deteksi dini atau pencegahansekunder, mencakup pemeriksaan (tes) pada orang-orang yangbelum mempunyai simptom-simptom penyakit untuk menemukanpenyakit yang belum terlihat atau pada stadium praklinik (dr. H.  K.Suheimi )

Aborsi merupakan upaya terminasi kehamilan dengan alasan sosial, ekonomi dan kesehatan. Secara medis, aborsi adalah berakhir atau gugurnya kehamilan sebelum kandungan mencapai usia 20 minggu, yaitu sebelum janin dapat hidup di luar kandungan secara mandiri. Aborsi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

                                                                                                 

Abortus spontaneous (yang tidak disengaja) terjadi apabila ibu mengalami trauma berat akibat penyakit menahun, kelainan saluran reproduksi, atau kondisi patologis lainnya.

Abortus provocatus (buatan) ialah pengguguran kandungan yang dilakukan secara sengaja. Pengguguran jenis ini dibedakan lagi menjadi dua bagian, yaitu:

Abortus provocatus therapeuticus yaitu jika terdapat indikasi bahwa kehamilan dapat membahayakan atau mengancam nyawa ibu apabila kehamilan itu berlanjut.

Abortus provocatus criminalis yaitu pengguguran kandungan yang dilakukan secara sengaja tanpa mempunyai alasan kesehatan (medis).

 

Kanker serviks adalah penyakit akibat tumor ganas pada daerah mulut rahim sebagai akibat dari adanya pertumbuhan jaringan yang tidak terkontrol dan merusak jaringan normal di sekitarnya (FKUI, 1990; FKKP, 1997).

3.2Saran

Untuk menghindari Penyakit Radng Panggul yang sering dialami oleh kebanyakan wanita sebaiknya dimulai terlebih dahulu dari hal yang paling mudah yaitu menjaga diri termasuk merawat pada daerah yang rawan mikroba termasuk di daerah genetalia bagian dalam vagina,agar terhindar dari bakteri yang dapat menyebabkan rasa nyeri,serta harus setia pada satu pasangan saja.Dan mulailah menjaga anggota tubuh kita agar terhindar dari penyakit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Wisudawati,Yani, dkk.2009. Kesehatan Reproduksi. Jakarta : Fitramaya. Prawirohardjo, Sarwono. 2010. Ilmu Kebidanan. PT. Jakarta : Bina Pustaka Sarwono Prawihardjo. Ida Bagus Gde manuaba.Memahami Kesehatan reproduksi wanita.EGC; Jakarta; 1999. Saifuddin, Abdul Bari dkk. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, Jakarta:JNPKKR-POGI; 2001 Manuaba IBG. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan KB untuk Pendidikan Bidan.EGC. Jakarta. 1998. Llewellyn-Jones

Derek.Dasar-dasar

ObstetridanGinekologi.Jakarta

Hipokrates. 2001. Saefudin AB, dkk. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.Jakarta : YBP-SP. 2002 Mochtar R. Sinopsis Obstetri Jilid 1. EGC.Jakarta; 19987. Varney H. Buku Saku Bidan. EGC. Jakarta;2000

Prawirohardjo                          

Manuaba Ida Bagus Gde, Prof, Dr, SpOG,2009.Memahami Kesehatan Reproduksi                               

Wanita, Jakarta: EGC

http://.kanker-serviks-kanker-mulut-rahim.html. Diunduh tanggal 12 September 2012

Hipokrates. 2001. Saefudin AB, dkk. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.Jakarta : YBP-SP. 2002 Mochtar R. Sinopsis Obstetri Jilid 1. EGC.Jakarta; 19987. Varney H. Buku Saku Bidan. EGC. Jakarta;2000

Karwati, dkk. 2011. Asuhan Kebidanan V (Kebidanan Komunitas). Jakarta: TIM.

Kusmiran, Eny. 2011. Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita. Jakarta: Salemba Medika.

Widyastuti, Yani, dkk. 2010. Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta: Fitramaya.

Share this:

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak